Malam kian larut di dalam apartemen, namun kehangatan yang baru saja terbangun di antara Malikha dan Reyhan membuat atmosfer terasa menenteramkan. Di atas meja pantry, Malikha sedang menyusun draf menu alternatif untuk syukuran Oma Aisyah. Tangannya bergerak teratur mencatat nama-nama menu bersahaja yang sarat makna. Di sampingnya, Reyhan memperhatikan dengan binar mata yang dipenuhi rasa kagum, sesekali membantu merapikan tumpukan kertas panduan."Aku suka caramu berpikir, Malikha," ucap Reyhan, suaranya terdengar lembut dan personal dalam kesunyian malam. "Mengganti menu mewah yang biasa dipesan Tante Rania dengan sajian khas panti asuhan bukan hanya menghemat anggaran, tetapi juga menghidupkan kembali esensi syukur yang sebenarnya."Malikha mendongak, menyunggingkan senyuman manis yang seketika mengikis sisa kelelahan suaminya. "Ini bukan sekadar tentang memotong biaya, Mas. Nilai agama mengajarkan kita untuk mengutamakan keberkahan daripada kemegahan. Saya ingin pa
続きを読む