Suasana pagi di selasar kantor pusat tidak lagi sama bagi Malikha. Bisikan-bisikan halus yang semula hanya terdengar di sudut-sudut sepi, kini mulai berani menampakkan diri lewat tatapan mata para staf. Laras telah melepaskan racunnya dengan sangat rapi. Tidak ada konfrontasi terbuka, tidak ada tuduhan kasar. Yang ada hanyalah senyuman penuh simpati yang justru mengunci pergerakan Malikha.Di ruang santai divisi sosial, Laras sedang berkumpul dengan beberapa istri dari dewan komisaris junior. Saat Malikha melangkah masuk untuk menyerahkan laporan panti, obrolan mereka mendadak berhenti."Malikha, sini bergabung," panggil Laras, senyumnya mengembang manis, tipe senyuman yang menyembunyikan badai. "Kami baru saja membicarakan program panti. Kami semua mendukungmu, sungguh. Tapi, apakah benar kabar tentang rekening lama itu? Seseorang menyebarkan potongan transaksi di grup internal. Kami hanya khawatir reputasi Al-Fahri ikut ter
続きを読む