"Ia berkata adalah Pangeran Wei Yong!"Suara pengawal itu memecah keheningan ruangan. Raja Wang Ming melangkah keluar seketika, langkahnya cepat namun mantap. Di belakangnya, Pangeran Wei Yuan berjalan terhuyung, wajahnya masih pucat. Pangeran Wang Dong, Li Jing, dan Wu Chen mengikuti dalam diam. Jantung mereka berpacu kencang.Di gerbang utama, barisan prajurit terbelah. Di sana, di bawah cahaya obor yang meredup, berdiri seorang pria tua. Jubahnya lusuh, rambutnya memutih, wajahnya penuh kerutan dalam. Namun saat ia mengangkat wajahnya, napas Pangeran Wei Yuan tertahan. Itu benar-benar kakaknya."Kakak..." suaranya parau dan bergetar.Pangeran Wei Yong tersenyum tipis, senyum yang penuh kelelahan mendalam. "Maafkan aku karena membuat kalian menunggu terlalu lama."Raja Wang Ming berdiri tegak di hadapan pria yang dulu mengajarinya membaca, menulis, dan memegang pedang. Matanya menyelidik tajam."Kau masih hidup. Selama ini kau ada di Kerajaan Angin.""Aku tidak pergi karena kehendak
Leer más