"Pintu belakang!" seru Li Jing seketika. "Xiao Xing! A Xiong! A Chen! Kejar dia sekarang! Jangan biarkan dia lolos!"Ketiga orang itu melesat secepat kilat menuju pintu belakang ruang dewan perang. Li Jing berbalik kembali menatap suaminya, tangannya tak lepas dari lengan Wang Ming yang masih terasa dingin dan lemah. Napas Raja itu masih terengah berat, keringat dingin terus menetes di keningnya, namun matanya tetap tajam dan waspada."Yang Mulia... tetaplah duduk diam dulu. Racun itu belum sepenuhnya hilang dari tubuhmu." Li Jing mengusap punggung suaminya perlahan, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu tak beraturan. "Jangan memaksakan diri berbicara dulu.""Aku tidak apa-apa..." Wang Ming menarik napas panjang, berusaha mengumpulkan sisa tenaganya. "Dia berdiri di sudut ruangan sejak tadi berpakaian pelayan biasa, wajahnya tertunduk rendah. Tidak ada yang curiga. Dia berjalan tenang seakan membawa air bersih, lalu meletakkan cawan itu di meja kerjaku. Saat semua
Read more