Pintu ruang kerja Perdana Menteri Pong terhempas hingga bergetar di dinding. Wajahnya merah padam, tangan mengepal erat di pinggang, napasnya menderu bagai badai yang terperangkap di ruangan sempit."Siapkan pasukan besar!" suaranya menggelegar, memecah keheningan. "Kita tidak akan menyerang dengan pedang dulu. Kita akan memotong urat nadi mereka. Jalur selatan adalah gerbang utama semua perdagangan Kerajaan Langit. Tutup, sekat, dan bebani pajak ganda, bahkan tiga kali lipat bagi setiap pedagang yang melintas. Sabotase muatan mereka, rusak jalannya, sebarkan desas-desus bahwa Kerajaan Langit tak lagi mampu menjaga keamanan jalan-jalan itu. Biarkan mereka menjerit, biarkan mereka menyalahkan raja dan ratunya sendiri!"Pangawal yang berdiri tertunduk di ambang pintu mengangguk gemetar. "Baik, Yang Mulia. Segera dilaksanakan."Pong melangkah mendekat, matanya menyala tajam. "Permainkan harga beras, garam, kain. Timbun semuanya. Jual dengan harga yang mencekik leher mereka. Rakyat akan l
Read more