"Datanglah... Semakin cepat semakin baik," bisik Pengawal Wu Chen melayang di udara malam yang dingin. Di bawah tanah, Raja Wang Ming memimpin langkah mereka semakin cepat. Lorong itu berakhir di sebuah pintu kayu tua yang tersembunyi di balik lemari penyimpanan di sayap timur kediaman utama. Pangeran Wei Yuan mendorong pintu itu perlahan, menampakkan celah yang memperlihatkan ruangan yang kini kosong namun masih terawat rapi. "Kita di dalam." Pangeran Wei Yuan berbisik pelan, menutup pintu kembali di belakang mereka. "Hati-hati. Suara apa pun bisa terdengar hingga ke halaman depan." Mereka bergerak senyap menyusuri lorong dalam yang gelap, mengintai dari balik tiang dan tirai tebal. Dari tempat persembunyian mereka, pemandangan halaman depan terlihat jelas. Pasukan Kerajaan Angin berdiri berbaris rapi, obor menyala terang di tangan mereka. Di depan gerbang utama, Kasim Liang berdiri kaku di samping Pengawal Wu Chen. Wajah tuannya pucat, matanya menatap tanah tanpa berkedip. "Lih
Read more