Inicio / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 175 Pertemuan Rahasia

Compartir

Bab 175 Pertemuan Rahasia

Autor: Purplelove77
last update Fecha de publicación: 2026-10-08 21:37:26

"Perang baru sedang mengintai dari arah pasir yang panas itu," gumam Raja Wang Ming pelan. "Kali ini, pertempuran bukan hanya untuk takhta. Tapi untuk keadilan bagi setiap orang yang tinggal di tanah ini."

Li Jing mengangguk pelan. "Raja Guang Shen adalah kawan baikmu. Dia tidak berdiri di pihak mereka. Dia hanya memberi tahu apa yang terjadi di jalur selatan yang berbatasan langsung dengan wilayahnya. Kita tidak boleh salah paham."

"Kau benar." Raja Wang Ming menarik napas panjang, menenangkan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 175 Pertemuan Rahasia

    "Perang baru sedang mengintai dari arah pasir yang panas itu," gumam Raja Wang Ming pelan. "Kali ini, pertempuran bukan hanya untuk takhta. Tapi untuk keadilan bagi setiap orang yang tinggal di tanah ini."Li Jing mengangguk pelan. "Raja Guang Shen adalah kawan baikmu. Dia tidak berdiri di pihak mereka. Dia hanya memberi tahu apa yang terjadi di jalur selatan yang berbatasan langsung dengan wilayahnya. Kita tidak boleh salah paham.""Kau benar." Raja Wang Ming menarik napas panjang, menenangkan dirinya. "Raja Guang Shen tidak melawan kita. Dia memperingatkan kita. Itulah sebabnya dia mengirim pesan secara rahasia. Dia tahu bahaya ini mengancam kerajaan kita berdua."Tiga hari kemudian, utusan kembali membawa kabar baru, kali ini lebih mendesak. Raja Guang Shen mengundang Raja Wang Ming untuk bertemu secara rahasia di pos perbatasan selatan, di tempat yang tersembunyi di antara bukit pasir, jauh dari pantauan mata-mata Kerajaan Padang Pasir."Aku akan pergi sendiri," kata Raja Wang Min

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 174 Pesan dari Kerajaan Padang Pasir

    "Kau berikan tulisan ini pada utusan Raja Guang Shen. Jangan sampai jatuh ke tangan orang lain. Harus pada tangan Raja Guang Shen sendiri!""Baik Yang Mulia. Hamba laksanakan!"Surat itu dibawa cepat dan diberikan langsung kepada utusan Raja Guang Shen, yang akhirnya kembali bergegas menuju Kerajaan Awan. Tak sampai tiga hari berlalu, utusan itu kembali lagi ke istana Kerajaan Langit dengan wajah pucat dan napas memburu. Kabar yang dibawanya jauh lebih berat daripada yang dibayangkan siapa pun.Raja Wang Ming membuka gulungan pesan itu di ruang sidang utama. Ia membaca perlahan, namun setiap baris yang dilaluinya membuat alisnya semakin berkerut rapat. Wajahnya perlahan berubah gelap. Saat selesai, ia menutup surat itu perlahan, namun tangannya mengepal erat hingga urat di lengannya menonjol jelas."Katakan pada mereka." Suara Raja Wang Ming rendah namun menggelegar di ruangan itu. "Katakan pada semua penguasa Kerajaan Padang Pasir, aku tidak akan membiarkan rakyatku diperas seperti i

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 173 Pesan Terakhir Pangeran Wei Yong

    "Pangeran!"Wu Chen berteriak sekuat tenaga, suaranya tertelan gemuruh angin dan asap panas yang naik dari kedalaman kawah. Ia berlutut di tepi jurang, tangannya mencengkeram batu tajam hingga kuku-kukunya memutih. Matanya menatap ke bawah tak percaya, namun kegelapan di sana tak menjawab apa pun.Langkah kaki cepat terdengar dari belakang. Raja Wang Ming melesat masuk ke ruang batu itu, napasnya memburu. Saat melihat tempat itu kosong dan Wu Chen berlutut di tepi jurang, ia berhenti mendadak. Hatinya seakan berhenti berdetak sejenak."Di mana dia?" suaranya bergetar pelan.Wu Chen menoleh perlahan, air mata menetes di pipinya yang berdebu dan berlumuran darah. Ia menggeleng lemah, tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Raja Wang Ming melangkah mendekat perlahan. Ia berdiri di tepi jurang itu, menatap ke bawah dalam keheningan yang panjang dan menyakitkan.Pangeran Wei Yong telah pergi. Bersama Perdana Menteri Pong. Selamanya.Raja Wang Ming berdiri diam lama. Tak ada tangisan keras.

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 172 Pengorbanan Yang Mahal Di Kawah Api

    "Cahaya merah! Asap naik dari arah kawah! Mereka sudah memulainya!"Raja Wang Ming melesat naik ke menara pengawas seketika. Dari kejauhan, di cakrawala utara, pijar merah menyala samar di balik bukit, diikuti kepulan asap hitam yang perlahan menjulang tinggi menembus langit malam. Udara di sekitar istana perlahan terasa lebih hangat, dan bau belerang samar mulai tercium."Terlalu cepat." Pangeran Wei Yuan berdiri di sampingnya, wajahnya tegang. "Pangeran Wei Yong baru saja berangkat. Bagaimana mungkin mereka sudah menyalakannya?""Mereka tidak menunggu pagi." Li Jing berdiri di ambang pintu menara, napasnya teratur namun matanya waspada. "Mereka tahu kita menemukan rencana itu. Mereka mempercepat waktunya.""Wu Chen belum sampai." Pangeran Wang Dong melangkah masuk dengan wajah cemas. "Kita tidak tahu apa yang terjadi di sana."Raja Wang Ming memutar tubuhnya seketika, matanya menyala teguh. Tak ada waktu untuk ragu. Tak ada waktu untuk takut."Siapkan pasukan berkuda. Kita berangkat

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 171 Paman Yang Kembali dengan Permintaan Maaf

    "Ia berkata adalah Pangeran Wei Yong!"Suara pengawal itu memecah keheningan ruangan. Raja Wang Ming melangkah keluar seketika, langkahnya cepat namun mantap. Di belakangnya, Pangeran Wei Yuan berjalan terhuyung, wajahnya masih pucat. Pangeran Wang Dong, Li Jing, dan Wu Chen mengikuti dalam diam. Jantung mereka berpacu kencang.Di gerbang utama, barisan prajurit terbelah. Di sana, di bawah cahaya obor yang meredup, berdiri seorang pria tua. Jubahnya lusuh, rambutnya memutih, wajahnya penuh kerutan dalam. Namun saat ia mengangkat wajahnya, napas Pangeran Wei Yuan tertahan. Itu benar-benar kakaknya."Kakak..." suaranya parau dan bergetar.Pangeran Wei Yong tersenyum tipis, senyum yang penuh kelelahan mendalam. "Maafkan aku karena membuat kalian menunggu terlalu lama."Raja Wang Ming berdiri tegak di hadapan pria yang dulu mengajarinya membaca, menulis, dan memegang pedang. Matanya menyelidik tajam."Kau masih hidup. Selama ini kau ada di Kerajaan Angin.""Aku tidak pergi karena kehendak

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 170. Guru dan Paman keduanya.

    "Pangeran Wei Yong, Yang Mulia." Suara prajurit itu pelan namun menghantam setiap orang yang berdiri di gua itu. Pangeran Wei Yuan melangkah mundur seketika, wajahnya pucat pasi. Tangannya gemetar hebat."Itu tidak mungkin." Suaranya parau. "Kakakku sendiri... Pangeran Wei Yong?"Raja Wang Ming berdiri tegak namun dadanya terasa sesak. Ia menatap prajurit itu tajam. "Kau yakin nama itu tertulis di sana?""Ya Yang Mulia." Prajurit itu menunduk dalam, mengulurkan lembaran kertas yang terselip di antara catatan musuh. "Tertulis jelas di tanda tangan perintah tertinggi. Ada lambang keluarga kerajaan yang hanya dimiliki keturunan langsung."Pangeran Wang Dong melangkah mendekat, matanya tak lepas dari kertas itu. "Pangeran Wei Yong sudah meninggal sepuluh tahun lalu. Bagaimana mungkin ia mengeluarkan perintah sekarang?""Itulah yang membuat kami gemetar Yang Mulia." Prajurit itu menelan ludah. "Tanda tangan itu cocok persis dengan arsip lama di istana. Catatan ini baru ditulis tiga hari

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 1 Insiden Di Tengah Pesta

    Keramaian di tengah pesta ulang tahun Raja Wang Ming di Kerajaan Langit begitu menyita perhatian banyak tamu undangan. Namun kegaduhan terjadi saat itu. "Lapor, Baginda Raja!" seru seorang pelayan yang lari tergopoh-gopoh dan langsung tersungkur di depan tahta Raja. "Ada apa?" tanya Ibu Suri Ron

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

    Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status