Wanita berusia tiga puluhan itu segera mengalihkan perhatiannya dari buku di hadapannya. Senyuman langsung mengembang di bibirnya saat melihat sosok yang muncul dari pintunya. Raka membalas senyuman itu dengan canggung. Tante Nilam sangat cantik. Kulitnya putih bersih, dengan satu tahi lalat kecil di sudut matanya. Perawakannya yang langsing dan kulitnya kencang, jelas menunjukkan perawatannya yang bagus. Jika dibandingkan dengan gori … ah, Vero. Setiap pria normal, sudah pasti lebih memilih Tante cantik yang satu ini. Dia pintar merawat diri, sudah pasti pintar merawat suaminya.“Ka, ngapain lo bengong di situ, ayo masuk!” Suara cempreng Vero langsung menusuk telinga Raka. Tanpa disuruh untuk kedua kalinya, Raka langsung duduk di sisi Vero, berhadapan langsung dengan Tante Nilam. “Ini temanku Raka.” Vero memperkenalkan diri, “dan Raka. Kenalin, ini Tante Nilam, dia sudah kuanggap mama sendiri.” Raka mengulurkan tangannya. Nilam melirik tangan yang terulur di depannya dan tanpa r
Baca selengkapnya