Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 18. Mengintip Tante Sofi

Share

Bab 18. Mengintip Tante Sofi

last update publish date: 2026-06-22 18:00:38

Raka masih terpaku di posisinya. Dia melihat bagaimana tante Sofi menengadahkan wajahnya dengan tatapan manja pada Ardy. Pria itu juga membalas dengan sorot lembut yang tampak sarat dengan cinta.

Ardy mengangkat dagu tante Sofi. Bibir perempuan itu terbuka dan matanya memejam. Sikap itu sudah menunjukkan izin pada pria kekar yang mendekapnya, untuk bebas bertindak.

Persis seperti yang ada di pikiran Raka, Ardy mengecup lembut bibir tante Sofi. Pria itu lalu melirik Raka sebe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 23. Ujian Dari Tante Nilam

    Raka berdiri di depan cermin kamar mandi. Ia menatap sosok gagah penuh karisma yang menatapnya balik. Ia masih tak bisa mempercayai bahwa itu adalah bayangan dirinya saat ini. Ia mengamati luka di dada dari pantulan cermin di depannya. Luka terbuka yang semalam dilihatnya, kini hanya terlihat seperti garis bilur berwarna kehitaman. Lagi-lagi cincin itu menunjukkan kehebatannya dengan keajaiban penyembuhannya yang sangat cepat. “Gila! Jangan-jangan … kalo aku mati pun, kamu bikin aku bangun lagi macem zombie,” gumamnya sambil melirik ke arah benda yang melingkar di jarinya. Ia bergidik ngeri memikirkan ucapannya sendiri. Bayangan menjadi mayat hidup membuatnya hampir muntah.Cepat ia menyalakan kran air, membiarkan dinginnya air shower membasuh tubuhnya dan meredam kegelisahan salah satu bagian tubuhnya karena godaan tiga gadis penghuni kos nya. …..Matahari sudah cukup tinggi saat Raka sudah siap di atas motornya. Semua CCTV sudah siaga, merekam semua yang bakal terjadi sepanjang

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 22. Susu Putih atau Susu Coklat?

    Glek! Suara Raka menelan ludah terdengar jelas oleh Wina. Pemuda itu menatap ke arah belahan dada itu nyaris tanpa berkedip.Padahal dia sudah pernah merasakan dua macam dada wanita, berukuran tanggung dan super besar. Namun, ternyata pria memang tidak pernah puas. Tangan pria itu gatal sekali, lidahnya pun terasa ingin berontak keluar dari kerangkeng giginya. Raka benar-benar ingin meremas dan merasakan kelembutan milik Wina. Apalagi dada itu tepat di hadapannya seolah sedang menantang. Kulit Wina yang putih mulus karena rajin suntik pemutih itu, seolah berkilauan di mata Raka.Namun, sebelum dia bisa memutuskan apa yang hendak dilakukannya. Suara lembut lainnya mengembalikan kesadaran Raka. “Kalian berdua ngapain?” Kali ini Sari si rambut panjang hitam kelam itu keluar sambil menguap.Raka mengerjapkan matanya beberapa kali dan menunduk. Entah mengapa hari ini dia suka dengan sikapnya yang malu-malu seperti ini daripada sok akrab. Buktinya Wina justru berani menggodanya.“Lagi na

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 21. Si Centil Wina

    Ibu kos memang mengetuk pintu kamarnya, tetapi tetap saja wanita itu langsung mendorong pintu kamar Raka. Perempuan cantik berusia empat puluhan itu langsung saja mendekati pemuda idamannya itu.“Kok sudah bobok jam segini, Sayang, lagi mau godain tante ya?” bisik Feli dengan manja. “Tante punya kejutan untukmu.” Perempuan itu melepaskan daster yang dikenakannya. Dia hendak memamerkan baju dalam berenda yang baru saja dibelinya. Pakaian berwarna merah itu membuat penampilannya semakin terlihat berani.“Tante Feli?” Raka menoleh dengan malas.Dia tadi membayangkan Luna. Gadis manis itu terlihat menarik dengan sikap malu-malunya. Namun, yang ada di depannya sekarang justru ibu kos dengan penampilan menantang.“Bagaimana menurutmu?” bisik tante Feli dengan senyum dan kerling mata yang memikat.“Cantik sekali, Tante.” Raka berkata dengan jujur.“Benarkah … tapi kok rasanya kamu gak serius?” Feli mengerucutkan bibirnya.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 20. Luna Oh ... Luna

    Raka melangkah terhuyung masuk ke dalam kamarnya. Luna dengan wajah pucat mengikuti langkahnya. Tangannya menenteng kantong plastik berisi mie goreng duk duk untuk Raka. Ia masih mengawasi saat lelaki itu kesulitan membuka kunci kamarnya. “Raka, aku … aku minta maaf sudah melibatkanmu dalam masalah ini,” ucapnya sedikit ragu. Raka berhenti mencoba membuka kunci dengan satu tangannya. Ia berbalik dan menatap gadis cantik yang berdiri tak jauh darinya. Wajahnya yang biasanya ceria, justru terlihat sendu. Jelas menunjukkan penyesalannya. “Bantu aku buka pintunya.” Raka menggerakkan kepalanya ke arah pintu. Tanpa menunggu perintah yang kedua kalinya, Luna segera memutar kunci. Kunci tua yang agak berat ketika diputar dari lubangnya. Raka mendorong pintu itu dan masuk ke dalam kamarnya. Luna mengekor di belakangnya masih dengan rasa bersalah. “Aku … bantu obatin lukamu, ya,” tawar Luna setelah meletakkan bung

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 19. Ada Apa Dengan Luna

    Luna segera bersembunyi di balik punggung Raka. Raka dapat merasakan tangan gemetarnya mencengkeram di belakang kaos Raka. Dari arah dalam gang sempit itu, muncul lima orang preman berbadan gempal. Dua di antara mereka terlihat familiar di mata Raka. “Heh! Minggir! Nggak usah sok jadi pahlawan kesiangan,” teriak salah satu preman itu dengan suara kencang. Raka langsung melihat ke atas langit. “Udah malam, Bang. Bukan siang,” seloroh Raka dengan santainya, “lagian … abang-abang semua nggak malu, gangguin satu cewek rame-rame gini?” “Bacot!” teriak seorang dari mereka, lagi, “Minggir lo! Lo nggak ada urusan sama kami.” Raka mengerutkan keningnya. Ia menunjuk satu orang yang berdiri di belakang pria garang di depannya. Ada senyum kecil di bibirnya. “Udah sembuh yang kemaren, Bang? Mau lagi?” Lelaki dengan luka di bagian pipi kiri itu mengeraskan rahangnya. Sontak kawan di sisinya menoleh ke arahnya. “Oh … j

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 18. Mengintip Tante Sofi

    Raka masih terpaku di posisinya. Dia melihat bagaimana tante Sofi menengadahkan wajahnya dengan tatapan manja pada Ardy. Pria itu juga membalas dengan sorot lembut yang tampak sarat dengan cinta.Ardy mengangkat dagu tante Sofi. Bibir perempuan itu terbuka dan matanya memejam. Sikap itu sudah menunjukkan izin pada pria kekar yang mendekapnya, untuk bebas bertindak.Persis seperti yang ada di pikiran Raka, Ardy mengecup lembut bibir tante Sofi. Pria itu lalu melirik Raka sebelum melumatnya. Raka yang tahu pasti akan ada adegan plus- plus nantinya, menjadi makin bersemangat melihat adu mulut di depannya. Pemuda itu menjilat bibirnya, dia juga jadi kepingin merasakan bibir lembut tante Sofi. “Sudah cukup Ardy, malu ada orang baru,” ujar tante Sofi dengan manja. “Ya, Tante,” sahut Ardy menuruti, “mau langsung pijat atau mandi dulu?” bisik therapist itu lembut. “Tentu saja mandi dulu.” Sofi menjawab dengan manja.“Pilihan

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 11. Obati Aku Dengan Kecupanmu

    Begal itu menusuk Raka lagi saat pria itu lengah lalu mundur dengan waspada. Dia berhasil menghindari tangan yang hendak menepisnya. Keberaniannya begal jelas dibarengi dengan sedikit bela diri dan seringnya berkelahi.Raka mencengkeram setir sepeda motor dengan keras. Dia merasakan sakit yang luar

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 9. Ketangkap Lagi Basah

    Gumpalan kenyal di dada Lira benar-benar sebesar melon, menggelantung bebas dengan bulatan besarnya. Puncak berwarna kemerahan itu sudah mengeras, padahal Raka belum menyentuhnya sama sekali.Lira berlutut di depan Raka. Tangannya menggenggam tuasnya yang menegang sempurna. Gadis itu mengamati ukur

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 7. Mau Berapa Ronde?

    Raka meraih gundukan kenyal di dada wanita yang seharusnya hampir seumuran dengan ibunya itu. Tangannya meremas dengan liar. "Tentu saja, Tan. Rugi banget nolak rejeki." Pria muda itu tersenyum menggoda. "Sekali dayung, dua pulau terlampaui. Aku bisa bebas uang sewa kamar, sekaligus bisa nikmatin

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status