Jameka berhenti dan menghadap Carissa lagi. “Apa kamu bilang?” tanyanya mengira barang kali salah dengar. “Pak Kevino selingkuh, Bu,” bisik Carissa dengan nada menekan dan lambat-lambat. “Jangan nuduh sembarangan kamu. Jangan ngada-ngada, jangan hoaks. Pacar saya nggak mungkin kayak gitu. Dia bucin banget ke saya,” tekan Jameka dengan nada memperingkatkan. Apa wanita ini bermaksud balas dendam kepadanya? Maaf, tidak mempan. Walau demikian, ada sekelumit rasa takut yang tahu-tahu mengisi Jameka sampai penuh saat Carissa dengan yakin membalas, “Ya ampun .... Enggak, Bu .... Saya ada buktinya. Sebentar saya lihatin di HP saya.” “Tapi sayangnya saya nggak perlu ditunjukkan bukti, Bu Carissa. Saya percaya sama pacar saya. Jadi, permisi,” tolak dan pamit Jameka. Ia tidak ingin bukti apa pun sebab takut bila melihat bukti itu benar, perkataan Tito akan menjadi nyata. Lebih mudah bagi Jameka untuk tidak mengetahui kegilaan Kevino daripada ditinggalkan, lalu tua dan sendirian. Namun, seca
Read more