Home / Young Adult / Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis / Chapter 28 =Mengusir Keluarga Darling=

Share

Chapter 28 =Mengusir Keluarga Darling=

Author: daydreammm_ms
last update publish date: 2026-07-13 22:21:35

"Aku akan panggilkan Dokter!" Ujar si pengawas setelah merebahkan tubuh Ridhika di atas ranjang klinik.

Sesudah itu, dia segera menaiki tangga menuju lantai kedua klinik, tempat Dokter dan stafnya biasa beristirahat. Sedangkan, Ridhika dan Widuri yang sejak tadi sibuk berakting, kini memanfaatkan waktu untuk menyusun langkah mereka selanjutnya.

"Aku akan terus pura-pura sakit, sampai ada kode dari anak-anak lain bahwa keluarga Darling sudah diamankan," jelas Ridhika.

"Kode yang seperti apa? Sud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 63 =Menebak-Nebak=

    "Sejak kapan kamu ada di sini?" Ujar Widuri seraya berjalan mendekati Ridhika.Jika dilihat dari sudut pandang biasa, bagi Ridhika, tidak diragukan lagi bahwa Widuri hanya sedang tersenyum tulus padanya seperti yang sudah-sudah. Akan tetapi, setelah menyaksikan sendiri bagaimana sikap gadis itu hanya beberapa saat lalu, rasa-rasanya seolah yang bertengger di bibir sang teman tersebut bukanlah senyum, melainkan seringai penuh rahasia.Saking kuatnya sugesti ini bekerja di dalam kepalanya sekarang, Ridhika sampai tanpa sadar mundur beberapa langkah dengan kaki gemetaran. "Ridhika. Ada apa?" Widuri semakin mendekat dengan raut wajah bingung. "Apa yang kamu dengar?"Pertanyaan itu seolah memaksa Ridhika bangun dari linglungnya. Dalam sekejap, dia sadar bahwa reaksinya yang sedemikian kentara bisa saja memancing kecurigaan Widuri. Jadi, meski napasnya terasa masih tersangkut di tenggorokan, dia susah payah mencoba mengendalikan diri secepat mungkin."Aku tiba-tiba pusing," ujarnya lirih.

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 62 =Mencurigakan=

    "Kenapa? Kau takut dikhianati?"Seolah memiliki kekuatan supranatural, mudah saja bagi Bagastya untuk menebak apa yang sedang berkecamuk di dalam kepala Ridhika. Di sisi lain, gadis itu pun sama sekali tidak kaget. Katakanlah, dia sudah terbiasa dengan kemampuan pria itu membaca dirinya. Sisi baiknya adalah dia tidak lagi perlu menyampaikannya keras-keras. Sedangkan, sisi lainnya adalah keadaan yang langsung berubah canggung setelah itu.Akan tetapi, sepertinya kecanggungan ini pun hanyalah sesuatu yang dilebih-lebihkan oleh pikiran Ridhika. Sebab, Bagastya sama sekali tidak merasakannya. Alih-alih diam seribu bahasa seperti gadis itu, dia justru sekali lagi mengatakan sesuatu yang kemudian mengubah kebingungan Ridhika menjadi satu jawaban yang jelas."Kau kan juga tahu identitas asliku. Pernah datang ke rumahku, bahkan melihat keluargaku, meskipun hanya melalui foto. Kalau menurutmu, aku seperti akan berkhianat di tengah jalan, kau bisa membocorkan itu semua kepada seluruh penghuni

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 61 =Petunjuk Pertama=

    Matanya serasa direkatkan oleh lem paling kuat di alam semesta. Barangkali adalah pernyataan yang sedikit dilebihkan, tetapi demikianlah yang ada dalam pikiran Ridhika pada saat mencoba membuka matanya.Ketika sudah berhasil melakukannya pun, masih tidak ada hal yang mampu diperbuat olehnya selain berbaring menatap langit-langit kamar yang warnanya agak kusam. Seluruh tubuhnya masih terasa remuk, tetapi yang paling mengganggunya adalah bagian punggung yang berdenyut nyeri.Entah separah apa lukanya, sudah diobati atau belum, dia tidak yakin. Prioritasnya saat itu adalah segera mengumpulkan energi dan kembali ke tebing untuk mengambil kamera yang tadi dilihatnya."Ya Tuhan, Ya Tuhan," batinnya. Ingin berdoa semoga kamera itu masih ada di tempatnya.Ridhika mengulurkan tangan, berpegangan pada tepian kasur untuk membantunya bangkit dari posisi baringnya. Dengan suara brak yang nyaring, tubuhnya jatuh ke lantai karena tidak mampu menahan bobot sendiri. Namun, dia tetap merangkak secara p

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 60 =Penguntit=

    "Kau menarikku keluar sejauh ini hanya untuk menyuruhku mengaku?" Ridhika mendengkus dingin seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku tidak tahu kau berharap aku menjadi orang yang seperti apa, tapi biar kuberitahu satu hal, aku bukan malaikat. Hanya karena aku siswi protagonis, bukan berarti aku akan selalu jadi baik hati dan penuh dengan niat yang tulus.""Ridhika, bukan begitu maksudku." Helaan napas berat lolos dari bibir Bagastya. Baru saja disadarinya bahwa tindakannya memang bisa terlihat seolah sedang menghakimi gadis itu. "Baiklah, aku salah. Maafkan aku. Aku hanya kaget. Ridhika yang kukenal itu cerdas, tapi dia tidak akan memanfaatkan itu untuk menyakiti orang lain.""Ridhika yang kau kenal? Ridhika yang mana? Menjadi pasangan selama beberapa bulan tidak lantas membuatmu mengenalku, Bagastya. Lagipula, yang kusakiti itu adalah diriku sendiri." Ridhika mengangkat pergelangan tangannya yang terbalut perban. "Apa yang ditanggung oleh Klarisa, hanyalah konsekuensi dari

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 59 =Menuntut Pengakuan=

    "Bukankah sudah pernah kubilang kalau aku ingin kau jauh-jauh dari pasanganku?" Ujar Bagastya dengan ekspresi datar. "Kau masih ingat apa peringatanku kalau sampai melanggarnya, kan?"Ridhika membiarkan Bagastya membantunya agar bisa berdiri lebih stabil. Pria itu kemudian memegang tangannya yang terluka selama beberapa saat dengan cukup serius, sebelum akhirnya menarik Ridhika agar berdiri di belakang tubuhnya."Bapak dan Ibu Pengawas, Saya memiliki beberapa laporan tentang pelanggaran yang dilakukan oleh Klarisa," ungkap Bagastya tegas. "Salah satu yang paling fatal adalah dia memalsukan kepemilikan semua tugas Kelas Antagonis yang diserahkannya. Dia merundung pemilik aslinya dan mengambil tugas-tugas tersebut secara paksa.""Bagastya Dewa! Bisa-bisanya kau!" Dengan wajah pucat Klarisa mengacungkan jarinya ke arah Bagastya.Dari sudut pandang Ridhika, sepertinya gadis itu tidak habis pikir mengapa Bagastya betul tega membocorkan tindakannya. Sesuatu yang membuat Ridhika bingung seka

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 58 =Kelas Gabungan=

    Seperti suara ngengat yang dengan panik mencoba untuk keluar dari perangkap serangga. Itulah apa yang ada di dalam pikiran Ridhika pada saat satu-persatu siswa siswi protagonis dan antagonis mulai masuk ke dalam ruang Kelas Gabungan. Mereka tertawa, bicara dan berseru dengan nada yang melengking nyaring, membuat kepala Ridhika pening seketika."Topik kita kali ini adalah Manipulator Ulung," buka sang Guru Pembina, tanpa menunggu para siswa dan siswi yang belum mendapatkan tempat duduk. "Sengaja Saya pilih demikian, sebab selama beraba-abad, dunia cerita selalu hanya memberi pengakuan kepada antagonis sebagai peran dengan kualitas menjadi seorang manipulator. Saya ingin lihat, barangkali pada pertemuan hari ini, ada yang bisa membuktikan bahwa pandangan tersebut keliru."Bisik-bisik siswa dan siswi di sekitar Ridhika kian bertambah. Pada awalnya, meski bisa mendengar sebagian besar dari pembicaraan yang dibahas, dia masih tidak tertarik untuk memperhatikan. Sampai kemudian kursinya ter

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 7 =Ranking Kecantikan=

    Sejak pagi buta, Griya Nayika sudah riuh oleh berbagai macam suara. Mulai dari perbincangan para siswi yang berlalu-lalang, troli pengantaran sarapan, hingga pengumuman berita harian Akademi. Kombinasi semua yang membuat Ridhika sulit untuk tidak segera ikut memulai hari.Keadaan di luar jendela ma

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 6 = Ratu Griya Nayika? =

    "Widuri, keluarkan orang aneh ini sekarang juga dari sini!" Seru si gadis dengan suara nyaring, meskipun perkataannya ditujukan pada Widuri, matanya tidak lepas menatap Ridhika dengan tajam. "Apa yang pernah kubilang soal membawa masuk siswi rendahan ke Griya Nayika? Otakmu sudah tidak bekerja atau

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 5 = Sekilas Para Protagonis Wanita =

    Sehabis mendengar perkataan Mel tentang perintah Adhyaksa agar tidak boleh ada yang mengetahui tentang identitas awalnya, Ridhika tidak bisa berhenti memikirkan kembali kebutuhannya untuk tetap merasa bebas. Mel yang berjalan di depannya juga tidak bicara apa-apa lagi. Pada titik tertentu, Ridhika

  • Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis   Chapter 4 = Griya Nayika =

    "Hati-hati," ujar pria tersebut. Suaranya rendah dan serak, seperti seseorang yang sudah lama tidak minum. "Maaf." Ridhika mundur beberapa langkah, lalu mengangguk sopan. Intuisinya berkata bahwa dia harus segera menjauh dan memang itulah yang ingin dilakukannya. Namun, keharusan untuk bersikap s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status