"Ja, kamu masih inget perkataan Kusna dan Kusni, pendukungnya Denny dulu?" tanya Toni tak langsung menjawab pertanyaan anaknya. Pria paruh baya itu menatap dalam ke arah manik mata Teja, memancarkan kearifan seorang pria tua yang kenyang akan asam garam kehidupan.Teja terdiam dan mengingat. Kenangan atas pertarungan sengit di masa lalu serta lontaran kalimat dari dua orang pendukung musuhnya itu kembali berputar di dalam ingatan."Di atas langit masih ada langit," ucap Teja mengingat."Bener banget. Meski mereka musuh, tapi kalimat itu benar adanya, Nak. Di atas bukit masih ada gunung, di atas langit masih ada langit, bahkan di atas bumi masih ada antariksa," Toni mengangguk pelan."Itu artinya, setinggi apa pun pencapaianmu hari ini, masih ada orang di luar sana yang lebih hebat dari kamu. Itulah kenapa Ayah selalu mengajarkan buat mawas diri dan nggak boleh sombong," imbuh Toni bertutur bijak dengan raut wajah tenang.Teja mengangguk pelan. Pemahaman mendalam meresap halus ke dala
Read more