"Jo, kendalikan dirimu, Jo. Kita bisa kena masalah kalau kamu ngeyel terus," tegur Endro. Pria itu mengusap pelipisnya yang mulai dibasahi peluh dingin, merinding membayangkan dampak buruk yang bisa menimpa mereka."Iya, Jo. Mending kita pulang aja yuk. Nggak apa-apa kami gagal dapet kerja, yang penting kamu nggak kena masalah," timpal Jesen dengan raut cemas yang begitu kentara. Pria itu menarik-narik pelan ujung kemeja Teja, berusaha membujuk sahabatnya agar segera menyudahi perdebatan berbahaya tersebut.Nana juga terlihat panik dengan menggenggam jari Teja meski tak buka suara. Genggaman erat dari tangan halus sang penyanyi cantik itu menyalurkan rasa khawatir yang amat sangat, terpancar jelas dari manik matanya yang berkaca-kaca menatap Teja."Jo, kamu udah mengusik ayahku juga Bu Sri sebagai manajer HRD di sini. Bener-bener nggak punya malu kamu itu!" cibir Maya. Gadis itu menyilangkan tangan di dada sembari melayangkan pandangan penuh kejijikan pada Teja."Makanya, nggak usah
Read more