"Sebelum menjelaskan, aku mau bertanya beberapa hal dulu sama Pak Jim," ucap Teja tenang, menatap lurus ke dalam mata pria tua yang terbaring di depannya."Silakan, Ja," jawab Jim menyetujui, merapatkan posisinya agar bisa mendengar pertanyaan Teja dengan lebih jelas."Sejak Pak Jim merasakan sakit itu di tubuh, apa Pak Jim merasa berat badannya naik secara drastis?" tanya Teja memulai deretan pertanyaannya secara perlahan."Lalu, area perut Pak Jim apa terasa jauh lebih besar, buncit, dan keras daripada sebelumnya?" sambung Teja sembari menunjuk samar ke arah bagian bawah dada Jim.Jim dan Bianca mengangguk serempak.Kedua orang itu menatap Teja dengan tatapan mata takjub yang luar biasa. Perubahan fisik pada area perut Jim memang terjadi secara perlahan dalam beberapa bulan terakhir, namun tak ada satu pun dokter spesialis yang menghubungkan gejala tersebut dengan rasa sesak napas di dadanya."Kok kamu bisa tahu, Ja? Bahkan para dokter itu nggak pernah mengamati soal ini lho!" ucap
Magbasa pa