"Gimana, Pak Sanjaya?" tanya Teja sembari menyeka banyak keringat di dahi dan lehernya."Astaga, Ja! Apa aku beneran sembuh? Napasku sekarang lega banget, nggak ada nyeri sama sekali di dada, semua rasa sakit juga hilang sirna, dan badanku terasa segar bugar kayak baterai yang habis dicas!" seru Sanjaya dengan mata berbinar-binar gembira."Beneran sembuh, Pak, tapi dalam seminggu kedepan akan terus aku kontrol kondisinya karena organ dalammu masih berada dalam masa rawan setelah penyembuhan ini," jelas Teja menenangkan sang guru besar."Serius? Kamu beneran bisa nyembuhin penyakit menahun ayahku?" Linda terbelalak dengan mulut menganga, menatap Teja seolah-olah pemuda di depannya itu adalah makhluk mulia yang turun dari langit."Bahkan pengobatanmu nggak sampai satu jam, cuma delapan belas menitan!" imbuh Wiryo yang sejak tadi ikut menyaksikan prosesi ajaib tersebut dengan tubuh gemetar saking takjubnya."Yaa, seperti yang kalian lihat sekarang. Ini nyata, bukan halu atau trik sulap m
Baca selengkapnya