"Karena kamu ngaku sebagai ahli pijat, aku mau minta tolong sekalian deh," ujar Panda tiba-tiba. Ia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kayu jati, lalu memegangi bagian pinggang belakangnya dengan sebelah tangan.Teja yang tadinya masih salah tingkah akibat sindiran tajam Panda soal ukuran pas di tangan langsung menegakkan posisi duduknya. Rasa penasarannya sebagai seorang penyembuh seketika mengambil alih fokusnya. "Apa, Nda?" tanya Teja, menatap wajah cantik Panda yang kini memperlihatkan sedikit raut kelelahan.Panda menghela napas panjang. Tatapannya menatap lurus ke arah Teja dengan binar penuh harapan yang sangat tulus. "Pinggangku dan punggungku sering sakit. Apa kamu bisa mijat? Siapa tahu bisa sembuh. Udah hampir setahun ini aku berobat ke mana-mana tapi masih nihil," tutur Panda jujur. Ia kemudian menjabarkan keluhan fisiknya yang selama ini cukup mengganggu aktivitas hariannya, padahal berbagai metode medis modern hingga pengobatan alternatif telah dijalaninya t
Read more