Suasana ruang sidang etik rumah sakit terasa begitu sunyi. Di meja paling depan, Leon duduk bersama perwakilan HRD, Komite Etik, Florina, serta beberapa dokter senior. Sementara di sisi seberang, Viona duduk dengan wajah pucat. Jemarinya saling menggenggam erat sejak tadi, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang terus menggerogoti dirinya.Ketua Komite Etik membuka map di hadapannya. "Perawat Viona Magnolia, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Anda terbukti melimpahkan tanggung jawab pasien VIP kepada Perawat Aurora Lilian tanpa prosedur yang benar. Akibat tindakan tersebut, Perawat Aurora menjadi korban pelecehan oleh pasien. Apa Anda membantah?"Viona menelan ludah. "Saya... tidak membantah kalau saya meminta Aurora menggantikan saya. Tapi saya benar-benar tidak tahu pasien itu akan berbuat sejauh itu."Florina langsung menyela. "Kalau begitu jelaskan, kenapa justru Aurora yang kamu pilih? Di bangsal itu masih ada beberapa perawat lain."Viona menundukkan kepala. Bibirnya ber
Read more