“B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang kalau kamu malu?” Wajah Aurora bertambah merah. Leon berhasil menebak pemikirannya dengan tepat. Ia menundukkan kepala, tidak berani bersitatap dengan Leon. Leon mendengus melihat reaksi Aurora. Tapi, ujung bibirnya terlihat tertarik sedikit seperti menahan senyum tipis. “Aurora, saya tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Tapi, kamu lupa kalau saya ini dokter? Badanmu tidak akan membuat saya bereaksi apa-apa,” ucap Leon yang menohok hati Aurora. “Saya sudah banyak melihat banyak badan pasien, pria maupun wanita. Jadi, hanya karena kamu adalah mantan kekasih saya, bukan berarti—” “Ba-baiklah! Saya mengerti!” potong Aurora malu. Tidak kuat mendengar ucapan Leon lebih lanjut. Padahal, ia
Last Updated : 2026-06-03 Read more