Pintu otomatis ruang gawat darurat terbuka dan tertutup tanpa henti, membawa pasien baru, keluarga yang panik, serta suara roda brankar yang berpacu dengan waktu. Di tengah kesibukan itu, Leon masih memikirkan pria yang baru saja mereka tinggalkan di ruang dokter, tetapi laporan mengenai pasien kritis membuatnya menyingkirkan persoalan tersebut untuk sementara. Setelah kondisi pasien berhasil distabilkan, Leon keluar dari ruang tindakan dengan wajah lelah. Aurora sudah menunggunya di koridor sambil membawa dua berkas. "Pasien sudah stabil, tetapi harus dipindahkan ke ICU untuk observasi ketat," kata Aurora. Leon mengangguk. "Serahkan kepada tim ICU. Aku perlu bicara dengan keamanan." Aurora memperhatikan wajahnya. "Tentang apartemen?" "Ya." Mereka berjalan berdampingan menuju ruang keamanan. Dimas sudah menunggu dengan beberapa hasil pemeriksaan rekaman. "Keputusan sudah dibuat," kata Dimas begitu Leon datang. "Apartemen tidak aman untuk sementara." Leon langsung menjawab, "Au
Read more