공유

Bab 22

작가: Qin Mecca
last update 게시일: 2026-07-06 02:05:39

Tentu. Dan menurut saya ini justru lebih pas untuk GoodNovel.

GoodNovel memang tidak mengharuskan 2.500–3.000 kata seperti Fizzo. Rata-rata 1.500–2.000 kata dengan cliffhanger kuat sudah sangat nyaman dibaca. Jadi mulai Bab 22 kita bisa membuat alur lebih padat.

Berikut kelanjutan Bab 22 yang langsung menyambung dari Bab 21.

BAB 22

Jejak yang Mulai Terbaca

Viona masih berdiri di tangga darurat. Jemarinya gemetar menggenggam ponsel yang kini hanya menampilkan tulisan nomor tidak dapat dihubungi.
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
BunNa
jangan2 cowok bertopi itu saudara tiri Leon
goodnovel comment avatar
Marimar
lelaki bertopi itu siapa lagi
goodnovel comment avatar
Marimar
siapa Arga ini ya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 34 Terungkap siapa dia?

    Suara mesin ventilator berdengung pelan di ruang ICU. Monitor jantung menampilkan irama yang mulai stabil setelah operasi panjang beberapa jam sebelumnya. Aroma antiseptik masih memenuhi ruangan, sementara beberapa tenaga medis berlalu-lalang memastikan kondisi setiap pasien.Namun pagi itu, perhatian Leon Rosmarin hanya tertuju pada satu kamar.Kamar ICU nomor lima.Di sanalah pria korban kecelakaan yang semalam mereka selamatkan sedang dirawat.Leon berdiri di balik kaca sambil membaca hasil pemeriksaan terbaru. Irish Helios menghampiri dengan membawa sebuah map tebal."Aku sudah menerima hasil penelusuran identitasnya."Leon menoleh singkat."Bagaimana?"Irish meletakkan map itu di atas meja."Namanya Rendy Saputra. Umur tiga puluh dua tahun. Tidak punya catatan kriminal."Leon tidak langsung percaya."Kalau begitu, kenapa Aurora mengenalinya?""Itu yang aneh."Irish membuka halaman berikutnya."Identitasnya bersih. Tapi rekening banknya beberapa kali menerima transfer dari perusah

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 33 Sesak

    Bunyi monitor jantung kembali memenuhi lorong ICU. Seorang perawat mendorong troli obat, sementara di sudut lain seorang anak kecil memeluk boneka lusuh sambil menunggu ayahnya keluar dari ruang operasi.Di rumah sakit, air mata selalu datang dengan alasan yang berbeda.Aurora baru selesai mengganti infus seorang nenek ketika wanita tua itu menggenggam tangannya."Perawat...""Iya, Nek?""Nanti kalau cucuku datang... bilang Nenek masih kuat menunggu."Aurora tersenyum hangat."Pasti saya sampaikan.""Tapi jangan bohongi Nenek."Aurora terdiam."Nenek tahu badan Nenek sudah tidak lama lagi."Kalimat itu membuat dadanya sesak."Nenek...""Nak..."Wanita tua itu mengusap pelan punggung tangan Aurora."Kalau masih punya seseorang yang sangat kamu cintai... jangan pernah tinggalkan dia karena salah paham."Air mata Aurora hampir jatuh saat itu juga.Ucapan sederhana itu seperti menampar luka yang selama ini berusaha ia kubur.Sebab...Bukan salah paham yang membuatnya meninggalkan Leon.Me

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 32 komplotan

    "Klem! Suction! Tekanan darah turun! Siapkan dua kantong darah O negatif!"Perintah saling bersahutan di Instalasi Gawat Darurat. Decitan roda brankar berpacu dengan langkah tenaga medis yang berlari dari satu ruangan ke ruangan lain. Di Rosmarin Medical Center, kepanikan bukan lagi sesuatu yang asing. Setiap detik adalah perlombaan dengan maut.Aurora baru saja selesai membantu mengganti infus seorang pasien ketika Sarah berlari menghampirinya."Kak Aurora! Ada korban kecelakaan beruntun dari Tol Purbaleunyi. Lima pasien sekaligus masuk IGD!"Aurora langsung mengangguk. "Aku ke ruang trauma sekarang."Belum sempat melangkah jauh, suara Florina terdengar tegas."Semua perawat yang bertugas di lantai satu ikut membantu! Aurora, masuk ke ruang operasi satu. Dokter Leon yang memimpin.""Baik, Bu."Aurora mengenakan penutup kepala operasi, masker, lalu mencuci tangan sesuai prosedur. Begitu pintu ruang operasi terbuka, Leon sudah berdiri di depan meja operasi."Vital?""Tekanan delapan pu

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 31 Tak disangka?

    Ruangan rapat HRD pagi itu dipenuhi suasana tegang.Leon duduk di ujung meja bersama Florina, Irish Helios, Kepala HRD, bagian hukum rumah sakit, dan Kepala Keamanan.Sebuah layar monitor menampilkan rekaman CCTV."Kami sudah memeriksa seluruh rekaman dari lantai VIP," ujar Kepala Keamanan sambil menghentikan video di satu titik. "Dan hasilnya sudah cukup jelas."Semua mata tertuju ke layar.Terlihat Viona menghampiri Aurora di koridor. Keduanya berbincang beberapa menit sebelum Viona menyerahkan map kepada Aurora. Tak lama kemudian Aurora berjalan menuju kamar 307, sementara Viona justru berbalik menuju arah ruang dokter."Kejadian berikutnya terjadi dua belas menit setelah itu," lanjut petugas keamanan.Video berikutnya diputar.Aurora tampak berlari keluar dari kamar VIP dengan pakaian berantakan. Wajahnya dipenuhi kepanikan. Beberapa detik kemudian Leon muncul dari arah lift dan langsung menghampiri Aurora.Ruangan mendadak sunyi.Florina mengembuskan napas panjang."Berarti Auror

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 30 Tatapan yang tak pernah pergi

    Pagi di Rosmarin Medical Center kembali dipenuhi kesibukan. Para dokter dan perawat berlalu-lalang di koridor, sementara suara monitor pasien dan langkah troli obat saling bersahutan. Seolah tidak pernah terjadi apa pun beberapa hari terakhir. Namun bagi Aurora, semuanya terasa berbeda. Sejak insiden pasien VIP, setiap langkahnya terasa lebih berhati-hati.Aurora baru saja selesai memeriksa tanda vital seorang pasien ketika suara Florina memanggilnya dari ujung nurse station."Aurora, ikut saya ke ruangan."Aurora segera mengangguk. "Baik, Bu."Sepanjang perjalanan menuju ruang kepala perawat, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan. Apa ada kesalahan lagi? Atau... apakah hasil penyelidikan sudah keluar?Sesampainya di dalam ruangan, Florina menutup pintu lalu mempersilakan Aurora duduk."Duduk."Aurora sedikit terkejut. Biasanya Florina langsung berbicara tanpa basa-basi. Ia duduk perlahan sambil menggenggam map di pangkuannya."Ada apa, Bu?"Florina membuka sebuah berkas sebelum me

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 29 Luka yang Belum Selesai

    Suara monitor jantung masih berdetak stabil di ruang ICU. Operasi yang berlangsung hampir enam jam akhirnya selesai dengan baik. Leon baru saja keluar dari ruang operasi setelah memastikan kondisi pasien benar-benar stabil. Langkahnya berat, masker sudah dilepas, sementara rambutnya masih sedikit berantakan karena penutup kepala operasi. Aurora berjalan beberapa langkah di belakangnya sambil membawa tablet laporan. Keduanya sama-sama diam. Baru kali ini mereka bekerja bersama dalam operasi sebesar itu. Begitu memasuki ruang dokter, Leon membuka sarung tangan medisnya lalu duduk sebentar. "Bagaimana kondisi pasien di ICU?" tanyanya tanpa menoleh. Aurora segera membuka data. "Tekanan darah mulai stabil, Dok. Saturasi juga membaik. Dokter Dimas sudah melakukan observasi awal." Leon mengangguk pelan. "Bagus." Aurora hendak keluar ketika Leon kembali memanggilnya. "Aurora." Wanita itu berhenti. "Iya, Dok?" "Tadi... kamu bekerja dengan baik." Aurora sedikit terdiam. Kalimat

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 3 Pusat Perhatian

    Aurora Lilian berdiri kaku di pintu masuk ballroom. Tangannya mencengkeram ujung kemejanya dengan gugup. Ia masih merasa tidak percaya dirinya benar-benar datang ke pesta ini.Apalagi… Ia datang bersama dokter Leon Rosmarin.Aurora melirik sekilas ke sampingnya.Leon berjalan dengan langkah tenang.

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 2 Ikut ke Pesta

    “Aurora Lilian! Bisa-bisanya kamu melakukan kesalahan seperti itu di ruang operasi!”Bentakan Leon Rosmarin terdengar, membuat Aurora mengerut ketakutan di depannya.Operasi sudah selesai sejam yang lalu, berakhir dengan sukses. Tapi, kini Aurora mendapat evaluasi akibat kesalahannya tadi. “Sudah

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 1 Tatapan

    Aurora Lilian tidak pernah menyangka jika mantan pacarnya selama 3 tahun di universitas itu, kini menjadi kepala dokter bedah sekaligus atasannya di rumah sakit tempatnya bekerja.“Aku dengar, Dr. Leon Rosmarin dulu bekerja di cabang rumah sakit yang ada di luar negeri dan dia sangat terkenal di sa

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status