"Klem! Suction! Tekanan darah turun! Siapkan dua kantong darah O negatif!"Perintah saling bersahutan di Instalasi Gawat Darurat. Decitan roda brankar berpacu dengan langkah tenaga medis yang berlari dari satu ruangan ke ruangan lain. Di Rosmarin Medical Center, kepanikan bukan lagi sesuatu yang asing. Setiap detik adalah perlombaan dengan maut.Aurora baru saja selesai membantu mengganti infus seorang pasien ketika Sarah berlari menghampirinya."Kak Aurora! Ada korban kecelakaan beruntun dari Tol Purbaleunyi. Lima pasien sekaligus masuk IGD!"Aurora langsung mengangguk. "Aku ke ruang trauma sekarang."Belum sempat melangkah jauh, suara Florina terdengar tegas."Semua perawat yang bertugas di lantai satu ikut membantu! Aurora, masuk ke ruang operasi satu. Dokter Leon yang memimpin.""Baik, Bu."Aurora mengenakan penutup kepala operasi, masker, lalu mencuci tangan sesuai prosedur. Begitu pintu ruang operasi terbuka, Leon sudah berdiri di depan meja operasi."Vital?""Tekanan delapan pu
Baca selengkapnya