Home / Romansa / Dokter Galak Itu Milikku / Bab 52 Pintu Yang Terbuka

Share

Bab 52 Pintu Yang Terbuka

Author: Qin Mecca
last update publish date: 2026-08-22 10:39:35

Bunyi pintu ruang dokter tertutup perlahan setelah Florina pergi, tetapi suasana di dalam ruangan justru terasa semakin berat. Foto yang baru saja mereka temukan masih berada di tangan Leon, memperlihatkan dirinya dan Aurora ketika keluar dari apartemen pagi tadi. Tidak ada sudut yang salah, tidak ada bagian yang buram, bahkan waktu pengambilan foto terlihat jelas.

Aurora menatap foto itu dengan wajah tegang. "Berarti orang itu sudah mengawasi apartemenmu sejak sebelum kita pulang."

Leon men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 65 Terbakar Cemburu

    Suara sirene ambulans kembali memenuhi halaman rumah sakit. Debu vulkanik menempel pada pakaian para pasien yang datang dari wilayah terdampak erupsi, sebagian membawa luka akibat terkena material panas, sebagian lain mengalami sesak napas setelah terlalu lama menghirup abu, sementara keluarga mereka memenuhi lorong dengan wajah cemas dan tangan yang tak berhenti menggenggam tas berisi barang-barang seadanya.Bencana kembali membuat rumah sakit bekerja tanpa mengenal waktu.Leon baru saja selesai menangani seorang pasien ketika dari kejauhan ia melihat Aurora berdiri di antara beberapa pasien dan keluarganya. Perempuan itu mengenakan seragam perawat, rambutnya tertata rapi, wajahnya terlihat lelah tetapi tetap tenang ketika memberikan penjelasan kepada seorang ibu yang terus menangis karena anaknya harus mendapatkan perawatan."Bu, anak Ibu sudah ditangani. Lukanya memang cukup dalam, tetapi dokter sudah melakukan pembersihan dan penanganan awal. Sekarang kami pantau kondisinya secara

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 64 Galaknya Kebangetan

    Monitor jantung berbunyi teratur di salah satu ruang pemeriksaan, disusul suara roda troli yang melintas cepat di koridor. Rumah sakit kembali menjalankan kehidupannya seperti biasa, dan di tengah kesibukan itu Aurora akhirnya diperbolehkan mulai melakukan aktivitas ringan. Namun ada satu orang yang tampaknya belum menerima kabar tersebut dengan baik. Leon. "Jangan terlalu lama berdiri." Aurora yang baru keluar dari ruang perawat langsung menoleh. "Aku baru berdiri lima menit." "Lima menit cukup." "Aku hanya mengantarkan berkas." "Berikan kepada perawat lain." Aurora menatap suaminya dengan wajah tidak percaya. "Leon, aku ini perawat, bukan pasien yang harus dijaga setiap detik." Leon mengambil berkas dari tangannya. "Sekarang kamu memang bukan pasien, tetapi kamu baru selesai menjalani masa pemulihan." "Aku sudah mendapat izin melakukan aktivitas ringan." "Ringan, bukan berarti berlari dari satu ruangan ke ruangan lain." "Aku tidak berlari." "Tadi aku melihatmu berjalan

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 63. Engkau Adalah Resah Gelisahku

    Denyut nadi, tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga tanda-tanda pemulihan menjadi hal yang setiap hari diperhatikan Leon. Di rumah sakit, ia dikenal sebagai dokter yang mampu membuat satu ruangan operasi diam hanya dengan satu tatapan, tetapi ketika berhadapan dengan Aurora, ketegasan itu berubah menjadi perhatian yang nyaris berlebihan.Sudah beberapa hari Aurora menjalani masa pemulihan di rumah. Tubuhnya perlahan kembali bertenaga setelah prosedur yang harus dijalaninya, tetapi Leon belum memberikan izin baginya untuk kembali melakukan aktivitas seperti biasa."Aku sudah merasa jauh lebih baik," ujar Aurora sambil menutup buku yang sejak tadi dibacanya. "Aku bahkan sudah tidak terlalu lelah seperti beberapa hari lalu, jadi mungkin besok aku bisa mulai membantu pekerjaan ringan di rumah sakit."Leon yang sedang memeriksa beberapa berkas langsung mengangkat wajah. "Tidak."Aurora menghela napas panjang. "Aku bahkan belum selesai menjelaskan.""Aku sudah tahu ujung pembicaraanmu.""K

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 62 Hukuman Berat

    Ruang sidang menjadi tempat terakhir bagi orang-orang yang selama ini bergerak di balik bayang-bayang. Berkas perkara yang menumpuk, rekaman percakapan, transaksi keuangan, laporan keamanan rumah sakit, hingga kesaksian para korban akhirnya menyatukan potongan-potongan yang selama berbulan-bulan membuat Leon dan Aurora hidup dalam ketakutan.Tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi.Viona duduk sebagai salah satu pihak yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia memang bukan dalang utama, tetapi keterlibatannya dalam menerima perintah, mengintimidasi Aurora, serta membantu membuka informasi pribadi rumah sakit tetap menjadi bagian dari perkara.Di sisi lain, orang yang menjadi penghubung utama jaringan tersebut akhirnya menghadapi dakwaan yang jauh lebih berat. Bukti menunjukkan bahwa ia ikut menjalankan rencana untuk mengganggu hubungan Leon dan Aurora, menguntit Aurora, memanipulasi informasi tiga tahun lalu, serta terlibat dalam upaya yang membahayakan keselamatan Aurora dan

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 61 Setelah Akad, Sebelum Luka

    Ijab kabul tidak membutuhkan gedung mewah untuk menjadi sah. Di sebuah ruangan sederhana di KUA, Leon dan Aurora duduk berdampingan di hadapan penghulu dengan keluarga serta beberapa kerabat dekat sebagai saksi. Tidak ada pesta besar, tidak ada sorotan kamera, hanya suasana khidmat yang membuat keduanya sadar bahwa setelah semua kekacauan yang mereka lewati, akhirnya hubungan itu memiliki ikatan yang sah. Aurora duduk tenang dengan wajah sedikit tegang. Di sampingnya, Leon terlihat jauh lebih serius daripada biasanya. Penghulu menyampaikan nasihat singkat sebelum wali hakim memulai akad. Leon menarik napas, kemudian menjawab ijab dengan suara mantap tanpa keraguan. "Qabiltu nikahaha wa tazwijaha..." Setelah saksi menyatakan sah, suasana langsung berubah hangat. Ibu Leon mengusap air mata, ayahnya tersenyum bangga, sementara Florina yang hadir sebagai salah satu kerabat dekat Aurora segera memeluknya. "Selamat, sekarang tidak ada lagi yang boleh menyebut kalian pasangan tanpa st

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 60 Aib Yang Terbuka

    Di rumah sakit, satu kabar bisa berpindah lebih cepat daripada roda brankar menuju ruang operasi. Begitu seorang pasien dipanggil, beberapa detik kemudian namanya sudah terdengar di meja perawat; begitu seorang dokter keluar dari ruang tindakan, pertanyaan mengenai kondisinya segera menyebar dari satu ruangan ke ruangan lain. Karena itu, Leon selalu tahu bahwa rahasia sebesar apa pun pada akhirnya akan sulit disimpan, terlebih jika menyangkut dua orang yang hampir setiap hari terlihat bersama. Namun pagi itu, yang memenuhi pikiran Leon bukanlah pasien, bukan pula operasi yang sudah menunggunya. Melainkan Aurora. Perempuan yang kini membawa kehidupan kecil di dalam tubuhnya. Leon berdiri di depan jendela ruang dokter sambil menatap halaman rumah sakit. Tangannya masih menggenggam hasil pemeriksaan Aurora, sementara pikirannya berputar pada satu kenyataan yang baru benar-benar mereka sadari. Mereka akan memiliki seorang anak. Kabar itu seharusnya menjadi kebahagiaan. Tetapi di b

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang ka

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 3 Pusat Perhatian

    Aurora Lilian berdiri kaku di pintu masuk ballroom. Tangannya mencengkeram ujung kemejanya dengan gugup. Ia masih merasa tidak percaya dirinya benar-benar datang ke pesta ini.Apalagi… Ia datang bersama dokter Leon Rosmarin.Aurora melirik sekilas ke sampingnya.Leon berjalan dengan langkah tenang.

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 2 Ikut ke Pesta

    “Aurora Lilian! Bisa-bisanya kamu melakukan kesalahan seperti itu di ruang operasi!”Bentakan Leon Rosmarin terdengar, membuat Aurora mengerut ketakutan di depannya.Operasi sudah selesai sejam yang lalu, berakhir dengan sukses. Tapi, kini Aurora mendapat evaluasi akibat kesalahannya tadi. “Sudah

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 1 Tatapan

    Aurora Lilian tidak pernah menyangka jika mantan pacarnya selama 3 tahun di universitas itu, kini menjadi kepala dokter bedah sekaligus atasannya di rumah sakit tempatnya bekerja.“Aku dengar, Dr. Leon Rosmarin dulu bekerja di cabang rumah sakit yang ada di luar negeri dan dia sangat terkenal di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status