Kata-kata lirih yang keluar dari bibir Rosalynd seolah-olah membuat udara di taman rumah kaca berubah. Keheningan mendadak terasa pekat dan mencekam. Pelayan kepercayaan Cassandra masih berdiri dengan kepala yang tertunduk, namun sudut bibirnya menyunggingkan senyum kepuasan. Teror yang dikirim Permaisuri Agung telah mengenai sasarannya dengan pas. Kenneth terdiam beberapa detik. Namun, otaknya terus bekerja dengan kecepatan tinggi. Ia tak boleh membiarkan kecurigaan merusak pikirannya saat ini. Sebelum Rosalynd sempat berpikiran terlalu jauh atau menanyakan hal lain, Kenneth sudah bergerak. Dengan lugas namun tenang, tangan kanannya meraih kotak beludru hitam itu dari hadapan Rosalynd, kemudian menutupnya hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring. Ia langsung melemparkan kotak itu ke arah Kaelion yang telah berdiri siaga di belakangnya. "Tent saja aromanya sama, Sayang," ujarnya dengan nada seringan mungkin dan memotong kecurigaan Rosalynd. Pria itu kembali berlutut di hadapan
続きを読む