Suara tawa Kenneth kembali menggema di ruangan rawat. Tawa renyah dan penuh kemenangan ketika melihat seseorang di balik selimut dan bergerak gelisah. Sang penguasa itu mendekat perlahan, meletakkan kembali jubah sutranya ke gantungan tirai dan ikut naik ke atas kasur tanpa persetujuan dari Rosalynd.Ia mendekat perlahan, kemudian dengan gemas menarik ujung selimut yang menutupi wajah Rosalynd yang sudah memerah. "Hei, Nyonya Manja. Kenapa terus bersembunyi di balik selimut? Kalau memang kamu merindukanku sampai memeluk jubahku sekencang itu, kenapa tidak mengatakan secara langsung saja, hmth?!" goda Kenneth dengan senyum nakalnya yang tampan.Dibalik selimut, wajah Rosalynd seolah terbakar dan sedikit mengerucutkan bibirnya pasrah. Dengan malu, ia menyibakkan kembali selimutnya dan menatap netra indah Kenneth dengan kesal yang dibuat-buat. "Tuan, tolong jangan kepedean. Sa—saya, saya tadi hanya tidak sengaja menyenggol jubah itu! Mana ada saya memeluknya karena merindukan Anda!" ela
Baca selengkapnya