Kegelapan total menelan sebagian aula tidak serta merta membuat Kenneth kehilangan ketenangannya. Setelah suara selot besi raksasa di atas tangga perlahan menghilang, pria itu justru melepaskan pelukannya di pinggang Rosalynd perlahan. Tak ada kepanikan. Kenneth justru berjalan santai melintasi sisa obor yang berkedip dan mendekati salah satu kursi kayu tua yang bersandar tinggi tertutup debu di sudut aula. Ia meniup debu tipis di permukaannya dengan sekali hembusan napas, kemudian menarik kursi mendekati meja batu besar tempat Gavin berdiri, kemudian ia duduk dengan melipat satu kakinya di atas kakinya yang lain. Posisi yang sangat santai, seolah-olah pria itu sedang memimpin rapat dewan menteri. "Karena kita tidak memiliki banyak waktu di sini sampai pasokan oksigen benar-benar habis, kenapa kita tidak duduk dengan tenang dan membicarakan isi kertas-kertas konyol, Kakak Ipar?" tanya Kenneth dengan suaranya yang mengalun begitu renyah, santai namun sanggup menguliti batin siapa pun
Baca selengkapnya