Sentuhan Raymond di pipi Rosalynd terasa begitu hangat, seolah sedang menyalurkan kelembutan yang sanggup meruntuhkan dinginnya angin malam di dermaga Verona. Rosalynd mematung sejenak, menatap iris hazel milik Raymond yang berbinar jernih di bawah pendar cahaya bulan. Tak ada intimidasi, tak ada keangkuhan seorang bangsawan. Yang ada hanyalah ketulusan seorang yang sudah lama tidak pernah di rasakan.Rosalynd menarik napas halus, perlahan mengundurkan langkahnya satu tapak untuk mengurai jarak secara halus. Ia menyunggingkan senyum tipis yang sangat bersahaja."Terima kasih atas kebaikan Anda malam ini, Tuan Raymond," ucap Rosalynd dengan suara yang sedikit berdesir dan berusaha menguasai detak jantungnya yang mendadak tak beraturan.Raymond menyadari usaha halus Rosalynd untuk menjaga jarak, namun ia sama sekali tidak tersinggung. Justru, pangeran muda itu mengerti dan menurunkan tangannya secara alami."Malam sudah semakin larut, Nona. Jalanan menuju wilayah bawah cukup sepi di jam
Baca selengkapnya