Pendar ribuan lentera di langit perlahan menghilang dan digantikan oleh ketenangan malam pesisir Verona yang syahdu. Gelak tawa warga dermaga mulai meredup, menyisakan deru ombak dan desir angin malam yang berhembus lembut menerpa wajah Rosalynd. Raymond berjalan pelan bersisian dengan Rosalynd dan mengantarnya kembali menyusuri jalanan setapak menuju Balai Obat. Tangan mereka tidak saling bertaut, namun jarak di antara keduanya sangat dekat dan hangat.Sampai depan pelataran Balai Obat yang diterangi lentera minyak kecil, Rosalynd menghentikan langkahnya. Ia membalikkan badannya dan menatap lurus ke dalam iris hazel milik Raymond."Terima kasih untuk malam ini, Tuan Raymond. Jujur, selama bertahun-tahun dalam pelarian, aku selalu dihantui oleh ketakutan dan bayang-bayang masa lalu. Namun, malam ini di bawah cahaya lentera bersama mu—untuk pertama kalinya aku merasa benar-benar hidup kembali." bisik Rosalynd tulus.Raymond tertegun. Kata-kata jujur yang keluar dari bibir Rosalynd seo
Read more