Derap langkah ribuan kuda perang Batalion Ksatria Hitam perlahan memudar di balik benteng luar Istana Utama. Kenneth telah meninggalkan istana menuju garis depan perbatasan Verona, memimpin perang saudara berdarah melawan Raymond.Sedangkan, di kamar Paviliun Mawar, Rosalynd tidak menyia-nyiakan waktu untuk meratapi nasib buruk yang menimpanya atau menangis tersedu-sedu seperti dulu. Begitu pintu kamar tak lagi dijaga ketat oleh sang Tiran, ia langsung bangkit dari ranjang, membersihkan sisa-sisa tangisnya dan mengenakan gaun sutra berwarna hitam dengan sentuhan emas yang menjuntai anggun memenuhi gaunnya.Tatapan manis yang kemarin ia berikan lenyap seketika. Kini, yang tersisa hanyalah seorang wanita dingin dengan tatapan sekeras baja.'Bajingan itu sudah pergi. Kini saatnya bergerak di balik bayangan nya sendiri.' batin Rosalynd sambil meremas stempel rahasia kecil di balik saku gaunnya.Rosalynd melangkah keluar dari paviliun dengan aura yang pekat. Akan tetapi, baru beberapa lan
Read more