Rosalynd tidak akan membiarkan belas kasihnya melumpuhkannya. Dengan gerakan lembut, ia melepaskan rangkulan Kenneth yang melingkari pinggangnya, kemudian perlahan mendekati celah jendela yang sudah mengeluarkan asap keunguan. Rosalynd mengambil sebotol aromaterapi di atas meja riasnya kemudian berjalan mengendap-endap mendekati tirai besar. Sebelum asap itu memenuhi ruangan, dengan cepat Rosalynd menyumbat celah jendela menggunakan kain yang sudah di lumuri minyak pekat dan itu membuat asap berbalik arah secara instan. "Uhuk!" Suara batuk yang tertahan terdengar samar dari luar jendela akibat asap racun yang berbalik, sehingga si penyusup menghirup asap tersebut. Mendengar grasak-grusuk kecil itu, netra Kenneth seketika terbuka lebar. Jiwa militernya bangkit penuh kewaspadaan. Ia menyambar belati perak yang setiap hari diselipkan di bawah bantal dan dalam satu gerakan, Kenneth melompat dari kasur, menendang daun pintu kaca hingga pecah berkeping-keping dan mencengkeram kuat le
Read more