Pintu kembali tertutup rapat setelah ketegangan besar terjadi. Ruangan perjamuan menyisakan keduanya yang membuat suasana menjadi kembali lebih intim. Aroma parfum mawar milik Rosalynd benar-benar menenangkan. Kenneth masih mendekap pinggang ramping selirnya dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rosalynd. "Sekarang, semuanya sudah keluar, Rosalynd," bisik Kenneth dengan suaranya yang rendah dan terdengar santai tanpa ada amarah yang tersisa. Rosalynd terkekeh kecil. Jemarinya bergerak merapikan kerah jubah sang Tiran yang sedikit tergeser. "Bukankah itu hal yang bagus, Yang Mulia karena Anda tidak usah repot-repot untuk mengotori tangan Anda." Katanya. Kenneth tersenyum meringis. "Kau benar-benar pandai mengalihkan fokus ku, Rosalynd. Tapi sebelum itu, apa lagi yang sedang berada di otakmu itu?" Mendengar itu, Rosalynd memiringkan kepalanya dan memasang ekspresi yang benar-benar lucu. "Saya hanya berfikir bahwa Cassandra benar-benar terlalu buru-buru untuk menuduh tuan
Baca selengkapnya