Reno menghela napas panjang saat melangkah keluar dari kamar. Pagi ini, dia sengaja berniat mengosongkan pikirannya sejenak. Ingin fokus menemani Viona jalan-jalan, mencoba memberi sedikit ketenangan di tengah kerumitan yang melingkupi mereka. Meski di lubuk hatinya, rasa khawatir pada kondisi kesehatan sang ibu tak pernah benar-benar surut.Namun, ketenangan yang berusaha dia bangun itu mendadak menguap begitu ia meraih ponselnya di atas nakas.Layar ponselnya menyala, menampilkan rentetan notifikasi pesan singkat dari Pak RT. Begitu dibaca, rahang Reno seketika mengeras.[Mas Reno, cuma mau ngabarin. Barusan Pak Samsul sama istrinya datang lagi ke rumah Ibu. Sempat ramai dan tegang tadi, Mas.]Reno memejamkan mata sejenak, memijat pangkal hidungnya yang mendadak pening. Emosinya membuncah, bukan hanya pada Pak Samsul, tapi terutama pada abang kandungnya sendiri.Dengan langkah berat, Reno berjalan menuju area dapur dan duduk termenung di salah satu kursi meja bar. Di hadapannya, dua
Read more