Viona makin salah tingkah. Tatapan jenaka dan senyuman Reno yang mengunci pandangannya membuat jantungnya berdegup tak beraturan. Demi menyelamatkan sisa-sisa gengsinya yang sudah di ujung tanduk, Viona mengalihkan pandangannya ke samping, menatap dinding."T-terserah kamu aja, lah!" cetus Viona cepat, suaranya naik satu oktav demi menutupi rasa gugup yang hampir meledak. "Mau di lantai, di sofa, di kamar mandi... terserah! Gak usah tanya-tanya aku!"Reno terkekeh pelan, makin gemas melihat reaksi defensif wanita di hadapannya. Ia sengaja memiringkan kepalanya lagi, menurunkan suaranya menjadi sedikit lebih dalam dan menggodanya dengan nada berbisik."Hmm... kalau terserah aku, berarti kalau aku memilih tidur di kasur... bareng kamu lagi... boleh, dong?" goda Reno dengan alis terangkat sebelah. "Lagian, semalam juga kasurnya muat buat berdua, kan? Kamu juga gak protes waktu bangun-bangun udah...""Reno! Stop!" potong Viona cepat, mukanya kini sudah merah padam sempurna sampai ke ujung
Read more