Air shower dingin terus mengguyur tanpa ampun, tetapi suhu di antara mereka justru semakin membara. Reno yang memegang kedua bahu licin Viona berusaha keras menarik napas panjang, mencoba memanggil sisa-sisa akal sehatnya yang kian terkikis."Vi, tatap aku!" tegas Reno, suaranya sedikit meninggi menembus gemericik air. "Kamu sebenarnya sadar atau enggak, sih?!"Viona mendongak dengan tatapan sayu yang berembun. Bibirnya yang bergetar menempel rapat di leher Reno, memberikan kecupan-kecupan impulsif yang membuat Reno merinding."Aku sadar, Reno... Aku sadar!" racau Viona terengah-engah, nadanya penuh desakan dan frustrasi yang memuncak. "Makanya aku mau... Aku tahu ini kamu, bukan orang lain. Aku mau kamu!"Sebelum Reno sempat memproses jawaban itu, jemari Viona yang gemetar dan dingin karena air mendadak menelusup turun. Gerakannya cepat dan tanpa kompromi, masuk ke dalam celana Reno dan secara presisi menyentuh bagian paling sensitif pria itu."I-ini... ini yang aku cari..." gumam Vi
Read more