Reno tersenyum tipis mendengar godaan Viona. Ia mengeratkan pelukannya pada bahu mulus Viona, membiarkan wanita itu bersandar nyaman di dada bidangnya yang naik-turun dengan teratur. Namun, di tengah keheningan malam Paris yang mulai merayap pelan, pusaran pikiran di kepala Reno kembali berputar. Logika dan rasa rendah diri yang sempat menguap karena gairah, perlahan mengetuk kesadarannya lagi.Ia memandangi langit-langit kamar mewah suite tersebut, lalu menunduk, menatap lekat-lekat wajah Viona yang tampak begitu tenang dan puas dalam dekapannya.Reno menarik napas panjang, menahan detak jantungnya yang mendadak kembali berdegup dengan ritme yang berbeda, bukan karena gairah, melainkan karena sebuah keraguan besar yang menyelinap masuk ke relung hatinya."Vi..." panggil Reno pelan, suaranya kembali memberat, memecah keheningan romantis di antara mereka.Viona hanya bergumam malas, terlalu nyaman untuk bergeser dari dada Reno.Reno menjeda kalimatnya sejenak, menatap mata Viona yang k
더 보기