Sore menjelang malam, Viona menyuruh Reno bersiap untuk acara malam nanti. Viona tidak banyak bicara saat membuka lemari pakaian di ruang ganti. Tangannya bergerak cepat, memilih satu per satu jas yang sudah disiapkan khusus oleh pihak keluarga Darmawan. Gerakannya rapi, terlatih, tetapi dari cara ia beberapa kali berhenti sejenak sebelum menarik hanger berikutnya, Reno bisa melihat sesuatu yang tidak biasa dari diri Viona, terlihat seperti rasa gugup yang disembunyikan rapat di balik wajah galak dan dinginnya. Reno berdiri di belakangnya, bersandar ringan di kusen pintu ruang ganti sambil memperhatikan tanpa mengganggu. "Kalau kamu terus milih baju sambil galau begitu, kita bisa telat. Menurutku semua baju itu juga bagus pun," ujar Reno pelan dengan nada santai. Viona tidak langsung menjawab, baru berhenti setelah menarik satu jas abu-abu gelap dari deretan pakaian. "Pakai ini," kata Viona akhirnya sambil menyerahkan jas itu tanpa menoleh. Reno menerima jas tersebut, men
Read more