Bab 123 Rahang Hongwu menegang keras, otot di bawah kulitnya melonjak tajam. Kata-kataku menusuknya lebih dalam dari pedang manapun yang pernah ia hadapi di medan perang. "Aku tahu," katanya, suaranya nyaris tak terdengar di antara desiran daun. "Aku tahu persis apa yang kutakutkan akan kutemukan di sisi lain tembok itu." Ia tidak melepaskan tanganku. Sebaliknya, ia menariknya sedikit lebih dekat, cukup dekat sehingga panas tubuhnya menyelimuti jarak di antara kami, tak bisa disangkal lagi. "Aku takut jika aku melangkah melewati tembok itu, aku akan menemukan seseorang yang sama sekali tidak membutuhkanku," pengakuannya jatuh berat, matanya menatap tajam ke dalam mataku. "Bahwa wanita yang kulihat selama empat tahun itu sudah utuh, sempurna, tanpa aku. Bahwa bagimu, aku tidak lebih dari sekadar gelar, aturan, dan nama yang harus dipatuhi." Ia mencondongkan tubuh lebih dekat, wajahnya hanya beberapa inci dariku. Napasnya hangat dan be
Última atualização : 2026-08-04 Ler mais