Bab 111 "Baiklah, akan kupikirkan dulu," jawabku tenang. Alis Kaisar Lian Cheng terangkat sedikit. Biasanya, seorang Putri Mahkota setidaknya akan memberikan jawaban yang lebih sopan atau penolakan yang halus agar tata krama tetap terjaga di hadapan tamu. Namun jawabanku terdengar begitu santai, nyaris seperti seseorang yang sedang menawar harga sayur di pasar—singkat, jelas, dan sama sekali tak terkesan tergoda. Senyum di wajah Tuan Han sedikit bergetar tak menentu, sementara Pangeran Wei hanya mengangguk pelan, meski otot di rahangnya tampak menegang keras menahan rasa tidak puas. "Calon berikutnya!" seru Pembawa Acara, suaranya nyaris pecah karena gugup saat ia beralih ke nama berikutnya di daftar panjang itu. Saat calon ketiga, keempat, dan kelima tampil satu per satu—masing-masing memamerkan kekayaan keluarga, tanah yang luas, dan silsilah keturunan yang terhormat—aku tetap duduk tenang di samping ayahku, dengan ekspresi yang ta
Última atualização : 2026-08-01 Ler mais