Bab 134 Napas Hongwu tercekat pelan, suara itu nyaris tak terdengar di antara desir angin. Kedekatannya memabukkan — aroma tubuhnya yang bercampur wangi bunga taman menyusup lembut ke dalam napasku. Tangannya perlahan beralih dari pipiku ke tengkukku, jari-jarinya menyisir lembut rambutku di sana. "Penaklukan yang tak menuntut setetes darah pun," bisiknya, suaranya merendah menjadi nada yang dalam dan penuh keinginan. "Yang tak memerlukan perang, tak perlu merebut tanah demi tanah." Tatapannya menatapku lekat-lekat, menyala dengan kerinduan yang jauh lebih besar daripada sekadar hasrat fisik. Ia memiringkan kepalanya pelan, bibirnya hanya berjarak sehelai rambut dariku. "Aku ingin menaklukkan hatimu, Lianhua. Setiap rahasia yang kau simpan, setiap ketakutan yang kau sembunyikan, setiap kebahagiaan yang kau pendam selama empat tahun ini. Aku ingin semuanya. Tak ada yang tersisa." Ia berhenti sejenak, matanya meneliti wajahku, mencari
Última atualização : 2026-08-08 Ler mais