Bab 37 Mei Mei segera membungkuk hormat, matanya menunduk rendah saat ia berjalan mundur menuju ruang pemandian. Ia bergerak dengan hati-hati dan penuh perhitungan, menyusun handuk bersih yang paling halus di atas kursi, serta menata botol-botol kosmetik rapi di atas meja rias kayu cendana. Tak lama kemudian, suara gemericik air hangat memenuhi ruangan. Mei Mei berdiri tegak di ambang pintu, memunggungi ku sepenuhnya, menunggu aba-aba agar ia boleh masuk kembali. "Nyonya," panggilnya pelan, suaranya nyaris tak terdengar di antara suara air. "Saya sudah menyiapkan minyak cendana asli. Ini akan melembutkan kulit dan membuat kain sutra menempel sempurna di tubuhmu, seolah bagian dari dirimu sendiri." Ia berdiri diam, mendengarkan irama air yang tenang, sementara pikirannya sudah melukiskan gambaran di kepalanya: kain sutra merah muda yang jatuh lembut di bahu, sulaman merah tua yang berkilau saat terkena cahaya, serta batu giok yang terpasang ang
آخر تحديث : 2026-07-15 اقرأ المزيد