Bab 30 "Apa maksud Yang Mulia?" tanyaku dengan nada polos, seolah tak mengerti sedikit pun makna kata-katanya. Mata Kaisar tak berkedip sedikit pun. Ia mengulurkan tangan, ujung jarinya menyentuh lembut namun tegas di tepi daguku, memiringkan wajahku ke atas hingga aku terpaksa menatap lurus ke dalam sorot matanya. Sentuhannya dingin, terukur, nyaris tak menunjukkan belas kasihan. "Kau seolah tak bermaksud apa-apa," ucapnya lembut, namun nada itu terasa menusuk. "Dan itulah yang justru membuatmu berbahaya." Ia melepaskan daguku, berbalik dan berjalan perlahan menuju jendela. Cahaya pagi kini semakin terang, menyinari ruangan dan memperlihatkan butiran debu yang menari di udara. "Mei Mei," panggilnya tanpa menoleh ke belakang. "Y-ya, Yang Mulia!" Mei Mei segera bangkit berdiri, membungkuk rendah dengan gemetar. "Mulai sekarang, semua makanan dan minuman untuk Lianhua harus disiapkan langsung oleh dapur pribadiku. T
آخر تحديث : 2026-07-14 اقرأ المزيد