Langkah kaki Sadewa Adiraja berhenti tepat satu setengah meter dari kursi saksi, menciptakan jarak diantara mereka. Sorot matanya sedingin es, menembus langsung ke dalam kedua bola mata Hendra Sadikin yang duduk berhadapan dengannya. Di kursi pengunjung, Sagara Mahesa mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya menyipit, berusaha membaca apa yang sedang direncanakan oleh musuh bebuyutannya itu. Sementara di rumah, Zea duduk terpaku di depan layar televisi, meremas bantal sofa dengan jantung berdebar kencang menantikan eksekusi dari sang suami. "Saudara Saksi, Bapak Hendra Sadikin," Dewa memulai, suaranya mengalun tenang tanpa emosi, namun mengikat perhatian seluruh hadirin. "Tadi Anda menyatakan bahwa klien saya, Bapak Hasan Kurniawan, menyusupkan dokumen transaksi fiktif tersebut ke dalam tumpukan draf pencairan bonus karyawan. Apakah saya mengutip kesaksian Anda dengan benar?" Hendra berdeham pelan, memperbaiki posisi duduknya. "Benar, Pak Pengacara. Ia memanfaatkan kelengah
آخر تحديث : 2026-09-27 اقرأ المزيد