Setelah menyelesaikan segala urusan perizinan dan investasi tanah, Raymond dan Jovita akhirnya menghabiskan sisa waktu mereka di Kaliurang murni untuk berlibur.Mereka menyusuri keindahan Taman Wisata Plawangan Turgo yang asri dan sejuk, bergandengan tangan menembus kabut tipis.Saat berdiri di bawah rimbunnya jajaran cemara di Ledok Sambi, udara dingin pegunungan merayap menusuk tulang. Raymond refleks merengkuh bahu Jovita, menarik wanita itu makin rapat ke dalam pelukannya."Dingin banget, ya?" bisik Jovita pelan, menyandarkan kepalanya di dada bidang Raymond.Raymond tersenyum kecil, mengecup pucuk kepala Jovita penuh kehangatan. "Sekarang masih dingin, hm?"Jovita terkekeh manis, menengadah menatap manik mata suaminya. "Nggak, pelukan Om selalu berhasil menghangatkanku."“Aduh belajar ngombal dari mana bocah ini?”“Kan Om Ray mentornya.”"Kalau gitu, aku nggak akan lepasin kamu seharian ini," balas Raymond dengan nada suara berat yang menggoda, menyatukan jemari mereka dengan era
Leer más