Beranda / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 159. Isi Laci Meja Raymond

Share

159. Isi Laci Meja Raymond

Penulis: Henny Djayadi
last update Tanggal publikasi: 2026-08-19 15:09:04

BRAK!

Raymond tersentak kaget ketika suara pintu ruang kerjanya terhempas sangat keras. Karina baru saja membanting pintu saat melangkah keluar dengan derai air mata dan amarah yang meluap.

Hening.

Raymond mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang, lalu membuka berkas laporan keuangan perusahaan di layar monitornya. Kedua alisnya bertaut erat, dahi berkerut dalam mengamati angka-angka yang tertera di sana.

Tak lama kemudian, pintu kembali terbuka perlahan. Jimmy melangkah masuk dengan rau
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
iya iya, om Ray yg gantengnya mengalahkan model internasional sampe Karina gak bisa lepas. wkwkwkwk waduh,,,bisa gempor Jojo kalo digodain terus Ama om Ray selama 2 Minggu full. wkwkwkwk makasih updatenya kakak syng:)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
sekali lagi hati hati ya oom Ray..apakah dulu waktu pacaran dengan Karina.suka nyerempet bahaya? ko lengket amat sih sama oom Ray?
goodnovel comment avatar
vyjoo
ASTAGA OM RAY. Gue akuin lu pemaen banget hahahaha...jadi ga sabar nunggu om jimmy beneran cuti haha
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Om Raymond   346. Bergerak Cepat

    Sementara itu, di sudut kantin rumah sakit yang agak sepi di lantai dasar, Raymond dan Roberto duduk berhadapan di meja paling pojok. Aroma kopi hitam mengepul tipis di antara mereka, tak mampu meredakan ketegangan yang teramat pekat.Tanpa membuang waktu, Roberto langsung menembak putranya dengan tatapan menyelidik.“Kamu sudah melakukan tes DNA, kan?”Raymond bergeming sesaat. Tanpa ragu, ia merogoh saku jasnya, mengambil amplop putih, dan mengeluarkan selembar kertas hasil tes laboratorium resmi dari dalam dompetnya, lalu mendorongnya melewati atas meja tepat di hadapan sang ayah.Roberto langsung meraih kertas itu dengan jemari keriputnya. Sepasang matanya menyusur cepat deretan angka probabilitas genetika yang tercetak nyata di atas sana. Begitu ia menangkap kesimpulan mutlak dari hasil tersebut, rahang Roberto mengeras seketika. Kepalan tangannya meremas ujung kertas hingga berderak pelan.“Sial!” umpat Roberto tertahan, raut wajahnya berubah kelam bagai badai.“Kenapa dari dulu

  • Istri Rahasia Om Raymond   345. Dua Jagoan

    “Selamat ya... dua jagoan sekaligus. Wah, Mommy-nya bakalan jadi satu-satunya ratu paling cantik di rumah ini.”Mendengar ucapan itu, Jovita dan Raymond langsung tersenyum merekah, saling beradu pandang dengan binar kebahagiaan yang teramat dalam.Sedetik kemudian, Jovita menatap sang dokter dengan alis bertaut tipis. “Tapi, Dok... kakaknya cewek.”Dokter Amira tertegun sejenak. Jemarinya yang memegang probe terhenti di atas perut Jovita. Seketika itu juga, ia teringat bahwa putri sulung Raymond, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama akibat kecelakaan tragis beberapa hari lalu. Dokter kandungan itu langsung merona kikuk, merasa tak enak hati telah melontarkan candaan yang kurang tepat.“Ah... iya, saya lupa,” sesal Dokter Amira tersenyum canggung. “Maksud saya, dua jagoan baru untuk melengkapi keluarga kalian.”Pemeriksaan pun berakhir tanpa ada kendala berarti. Setelah berbincang sejenak mengenai pola makan dan pantangan bagi ibu hamil, Dokter Amira me

  • Istri Rahasia Om Raymond   344. Apa Dok?

    Di ruang perawatan yang sunyi, Viola perlahan mengerjap-kerjap menyesuaikan pandangannya dengan cahaya ruangan. Di sisi ranjang, Roberto duduk kaku sambil melipat tangan di dada.Melihat kakeknya berada di sana, Viola mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. Suaranya terdengar sangat lirih, hampir berupa bisikan.“Opa...”Roberto menoleh sekilas, menatap cucunya dengan sorot mata sedingin es tanpa ekspresi. “Ada apa?”Viola menelan ludahnya yang terasa pahit, lalu menatap lurus ke arah Roberto dengan mata berkaca-kaca penuh permohonan.“Opa... mau bantu aku?” tanya Viola parau.Roberto menyipitkan mata, menatap cucunya dengan sorot dingin penuh selidik. “Apa?”“Kalau aku sudah sembuh nanti... aku mau ke luar negeri.”“Kenapa tiba-tiba mau ke luar negeri? Capek kerja karena harus merintis karier dari nol?”Viola menggeleng lemah di atas bantal, menahan nyeri di dadanya. “Sebenarnya... rencana itu sudah ada dari dulu. Mau langsung lanjut studi S2.”Tentu saja Viola menyembunyikan alasan sebena

  • Istri Rahasia Om Raymond   343. Kepedulian Roberto

    Pagi baru saja merayap naik, sinar matahari menembus kaca jendela ruang VIP rumah sakit.Pintu kamar berderit pelan saat Roberto melangkah masuk dengan tongkat penyangganya. Sosok tua itu menyapu pandangan ke dalam ruangan, hingga matanya jatuh pada Jovita yang terlelap di atas ranjang tambahan lipat, posisi tidur wanita itu tampak meringkuk kaku, teramat kurang nyaman untuk ukuran seorang yang tengah mengandung besar.Melihat putranya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di leher, emosi Roberto langsung tersulut tanpa aba-aba.“Jadi suami, tanggung jawab sedikit, apa susahnya?” sembur Roberto dengan suara serak namun penuh tekanan.Raymond tertegun di tempatnya, pagi-pagi sudah mendapat makian yang tak jelas arahnya. Urat-urat di lehernya serta-merta mengeras, dorongan untuk membalas dengan mengungkap masa lalu sang papa membuncah di ujung lidah.Tapi, sebelum Raymond sempat membuka mulut untuk meledakkan amarahnya, Roberto kembali menyambung ketus.“Istrimu sed

  • Istri Rahasia Om Raymond   342. Istri Pilihan

    “Tapi di matanya, yang dia tahu dan panggil papa selama ini adalah Raymond, bukan aku!” “Itu semua wajar, karena selama ini dia hidup bersama Raymond. Tapi kalau sudah tiba waktunya... kita bongkar semua rahasia ini di hadapan Viola.” Sebuah rencana busuk terpatri jelas di benak wanita itu. “Kita ambil dia dari Raymond. Jadikan dia satu-satunya putri mahkota yang tunduk di bawah kendalimu sebagai ayah kandung yang sebenarnya.” Elleonor tersenyum dingin, sorot matanya memancarkan ambisi gelap yang tak pernah padam. “Asal kau tahu, tidak mudah meyakinkan Felisa untuk mempertahankan kandungannya. Waktu itu dia hampir mengugurkan kandungannya.” Elleonor menghela napas menjeda kalimatnya. “Kita tinggal selangkah lagi, jangan buat penantian panjang kita berakhir sia-sia.” Julian mendengus lelah, mengusap wajahnya dengan kasar. Pertanyaan penuh keputusasaan meluncur begitu saja dari bibirnya

  • Istri Rahasia Om Raymond   341. Anak Satu-satunya

    "Pa, suruh Mama pergi! Aku jijik... Aku nggak mau lihat Mama lagi!" racaunya parau, napasnya memburu tak beraturan di tengah tangis yang memecah dada.Viola terus memohon. Jemarinya yang bengkak dengan jarum infus tertancap di punggung tangan mencengkeram erat lengan sang dokter, mencakar batas kesadarannya sendiri."Dokter, jangan biarkan Mama masuk!”Bola mata gadis itu berputar liar, menangkap sosok Jovita yang berdiri di samping Raymong. “Jojo, tolong aku, Jo... Temani aku, jangan biarkan Mama mendekat."Di sisi ranjang, Jovita berdiri dalam dilema yang menyesakkan. Ia bergeming, tak menyangka Viola justru memanggilnya dan menolak mamanya. Perempuan yang sedang hamil kembar itu diliputi rasa tidak nyaman, bagaimana pun juga, Felisa adalah ibu kandung yang melahirkan Viola.Melihat trauma psikologis yang terpampang di depan matanya, Jovita hanya mampu mengelus kaki Viola pelan, menyalurkan kehangatan semu yang diharap mampu meredakan gemetar di tubuh gadis itu.“Tenang Vio… semua a

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status