Raymond mengusap lembut punggung tangan Jovita, menyusuri lingkar cincin itu dengan tatapan hangat sekaligus penuh kenangan.“Ini cincin milik Mama. Dulu Mama pernah pesan, cincin ini hanya boleh diberikan kepada perempuan yang menikah denganku.”Raymond menghela napas pendek sebelum melanjutkan, “Dulu, aku mau memakaikan cincin ini ke Felisa, Papa merebutnya. Papa dari awal tidak pernah merestui pernikahanku dengan Felisa.”Bukannya tersentuh, mendengar nama mantan istri suaminya disebut, Jovita justru merasakan sedikit cubitan cemburu di dadanya. Ia mencebikkan bibir pelan, berucap lirih,“Ternyata dulu Om secinta itu ya sama Tante Feli..”Raymond terkekeh tipis, lalu menatap Jovita tajam namun lembut untuk meluruskan kesalahpahaman itu.“Bukan karena cinta, Jo. Tapi waktu itu Felisa sudah mengandung Viola... jadi sebagai laki-laki, aku harus bertanggung jawab menyelesaikannya.”Sebenarnya, ada tumpukan pertanyaan yang mendesak di kepala Jovita tentang bagaimana detail masa lalu dan
Read more