Di lantai bawah, Bi Lastri menyerahkan sebuah kantong berisi beberapa wadah makanan kepada Jovita.“Ini nanti begitu sampai apartemen langsung masukin kulkas. Kalau mau makan, tinggal dipanasin sebentar di microwave,” pesannya terdengar hangat dan penuh perhatian.Jovita menerima bungkusan itu dengan senyum manis. “Terima kasih banyak ya, Bi Lastri. Maaf ya Jojo malah bikin repot.”“Nggak repot, sudah pekerjaan Bibi. Nanti kalau pengen makan sesuatu langsung bilang Bibi saja.”Tak lama kemudian, langkah kaki Raymond terdengar menurun dari tangga lantai atas. Wajah pria itu kini tampak jauh lebih lega meski jejak kelelahan emosional masih tersisa di matanya. Ia menghampiri sang istri lalu bertanya lembut, “Pulang sekarang, Sayang?”Jovita mengangguk mengiyakan.“Hati-hati di jalan ya, Tuan, Jojo...” Bi Lastri mengantar langkah mereka sampai ke ambang pintu utama.Raymond melangkah lebih dulu, dengan cekatan membukakan pintu mobil penumpang untuk Jovita, memegangi bagian atas mobil agar
اقرأ المزيد