“Kalian sedekat apa? Jawab aku, Ning?” selidik Yoga tidak sabar.Bening langsung berdiri dari kursinya, menghindari tatapan menyelidik dari Yoga. Namun, pria itu ikut bangkit dan menahan langkahnya di dekat meja rotan."Ning, kamu belum jawab pertanyaanku. Kamu sedekat apa dengan Lurah itu?" desak Yoga, suaranya naik satu oktaf."Bukan urusanmu, Mas! Aku mau buatkan teh untuk Mas Banyu dulu," jawab Bening ketus sambil berbalik cepat menuju dapur.Namun, langkah kaki Yoga justru terdengar terus mengikuti di belakangnya. Pria itu tanpa permisi ikut melangkah masuk ke dalam area dapur yang sempit, mengabaikan batasan sopan santun."Kamu jujur deh, Ning! Kamu memang ada hubungan, kan, sama dia? Makanya kamu menolak aku?" Yoga bersedekap, menatap punggung Bening yang mulai menyalakan kompor. "Aku tuh yakin banget, Ning, kalau kamu dulu sebenarnya suka sama aku."Bening memutar tubuhnya, menatap Yoga dengan kilat amarah yang jarang dia tunjukkan. "Mas Yoga ngomong apa, sih? Lagian mana mau
Read more