"Itu... bekas apa, Ning?" Pertanyaan Bu Joko dari balik toples-toples kerupuk seketika membuat suasana warung yang tadinya bising langsung hening. Nadanya sangat menghakimi. Dalam sekejap, membuat mata ibu-ibu yang lagi memilah sayur langsung tertuju ke satu titik di pangkal leher Bening. Tatapan mereka seketika berubah penuh selidik, menatap tajam tanda merah kebiruan yang mengintip di balik gamis Bening yang sedikit melonggar."Eh, iya lho! Merah begitu..." Bu Siti langsung melangkah maju, memepet tubuh Bening sampai menyenggol rak mie instan. Matanya melotot penuh semangat, seolah baru saja mendapat umpan gosip paling segar. "Kamu nyembunyiin apa, Ning?! Nggak usah ditutupi pakai tangan begitu!"Bening menggeser posisinya. "Bukan apa-apa, Bu. Saya... saya permisi dulu," jawab Bening lirih.Suaranya gemetar parah. Dadanya mendadak sesak sampai rasanya susah buat menarik napas. Dia sudah mencoba mundur, tapi ibu-ibu yang lain malah sengaja bergeser merapatkan barisan, menutup jalan
Read more