“Apa ada masalah, Mbak?” tanya Bening pelan. Jelas dia kurang suka ada orang asing yang menyentuh barang-barang pribadinya tanpa izin.Tanpa menunggu sahutan, Bening melangkah maju, mengambil kotak dress tersebut dari tangan Winda, lalu memasukkannya kembali ke dalam tas kertas tempatnya semula. Dengan gerakan tenang, dia menyimpannya rapat-rapat ke dalam lemari.Winda bersedekap, memperhatikan setiap gerak-gerik Bening. “Owh... jadi bener, ya? Sayang banget sih, dress secantik itu hanya disimpan di dalam lemari. Tapi, aku paham sih… kamu pasti bingung juga mau pakai baju mewah begitu ke mana dan untuk acara apa di kampung ini.”Bening hanya menanggapi sindiran halus itu dengan senyuman tipis, enggan menunjukkan kalau hatinya mulai tergores.“Ada lagi, Mbak Winda, yang bisa saya bantu? Besok sudah ada tukang yang sengaja dipanggil untuk membersihkan kamar di sebelah sana, tempat tinggal Mbak Winda selama di sini,” beri tahu Bening, sengaja memberi batasan jarak.“Eh… sorry, ya, Mbak k
Read more