Partager

Bab 55

Auteur: Lalapoo
last update Date de publication: 2026-07-07 23:45:36

Rion tidak langsung membantah ucapan Helena.

Ia hanya menatap wanita itu dari seberang meja makan, sementara cahaya lilin yang bergoyang pelan membuat bayangan di wajahnya tampak lebih lembut dari biasanya. Di luar jendela, malam telah turun sepenuhnya. Kastel Laurent yang megah kini tenggelam dalam kesunyian, hanya sesekali terdengar suara langkah pelayan yang berlalu di koridor.

Helena menundukkan pandangan ke arah piringnya. Entah mengapa, percakapan yang awalnya membahas pergaulan bangsawan
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Kevin Yio
lanjuttttttttttttttttkannn cepet upnya donggggggggg
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 57

    Helena memandang Rion yang masih berdiri di tengah aula. Sejak utusan istana menyampaikan kabar tentang pecahnya perang di perbatasan, suasana kastel berubah menjadi jauh lebih sunyi. Para pelayan yang tadi masih lalu-lalang kini hanya berdiri dengan kepala tertunduk, seolah tidak seorang pun berani memecahkan keheningan yang menyelimuti ruangan.Tatapan Helena tidak pernah lepas dari Rion. Entah mengapa, mendengar kabar itu membuat hatinya dipenuhi firasat yang tidak menyenangkan.Ia melangkah mendekat beberapa langkah, kemudian bertanya dengan suara pelan, "Anda akan pergi berperang?"Rion menoleh ke arahnya. Wajahnya tetap setenang biasanya, tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun meski berita yang baru diterimanya cukup untuk mengguncang siapa saja."Aku belum tahu," jawabnya tenang. "Yang Mulia baru saja mengirimkan panggilan. Sebagai bangsawan, aku harus memenuhi panggilan itu terlebih dahulu."Helena mengangguk pelan, tetapi jawaban itu sama sekali tidak mengurangi kegelisahann

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 56

    Pagi datang bersama sinar matahari yang perlahan menyelinap melalui celah tirai kamar.Helena membuka matanya dengan perlahan. Selama beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar, membiarkan kesadarannya kembali sepenuhnya. Udara pagi terasa sejuk dan tenang, jauh berbeda dengan berbagai pikiran yang memenuhi kepalanya semalam.Ia menghela napas pelan sebelum duduk di atas ranjang. Tanpa sadar, pandangannya langsung beralih ke arah nakas di samping tempat tidur.Mata Helena seketika membulat. Surat yang semalam ia letakkan di sana sudah tidak ada. Jemarinya tanpa sadar menyentuh permukaan nakas yang kini kosong. Tidak mungkin Dorote memindahkannya tanpa izin, dan tidak ada seorang pun yang masuk ke kamar itu selain...Rezef.Sudut bibir Helena perlahan terangkat. Berarti pria itu benar-benar mengambil suratnya. Ia tidak tahu apakah Rezef sudah membacanya atau belum. Ia juga tidak tahu apakah surat itu akan mendapat balasan. Namun setidaknya, surat itu tidak diabaikan begitu saj

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 55

    Rion tidak langsung membantah ucapan Helena.Ia hanya menatap wanita itu dari seberang meja makan, sementara cahaya lilin yang bergoyang pelan membuat bayangan di wajahnya tampak lebih lembut dari biasanya. Di luar jendela, malam telah turun sepenuhnya. Kastel Laurent yang megah kini tenggelam dalam kesunyian, hanya sesekali terdengar suara langkah pelayan yang berlalu di koridor.Helena menundukkan pandangan ke arah piringnya. Entah mengapa, percakapan yang awalnya membahas pergaulan bangsawan kini berakhir pada topik yang sama sekali tidak ingin ia pikirkan.Pernikahannya atau lebih tepatnya, pernikahan yang tidak pernah benar-benar terasa seperti pernikahan.Rion memutar gelas di tangannya , "Bisa saja lambat laun pernikahan politik yang kau jalani berubah menjadi pernikahan yang dipenuhi cinta."Helena tersenyum tipis. Namun kali ini senyumnya lebih menyerupai rasa tidak percaya."Aku tidak yakin."Rion mengangkat alis."Kenapa?"Helena terdiam beberapa saat. Pertanyaan itu terden

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 54

    Kata-kata itu sederhana, cukup untuk membuat Dorote menundukkan kepala lebih dalam. Setelah itu tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.Ruangan kembali hening. Helena mengalihkan pandangannya ke arah tumpukan dokumen di atas meja, tetapi pikirannya masih tertahan pada cerita yang baru saja ia dengar. Entah mengapa, dari semua kisah yang didengarnya hari ini, sosok yang paling sulit ia lupakan justru adalah Rion.Pria itu selalu terlihat tenang.Dan kini Helena mulai bertanya-tanya berapa banyak hal yang harus dipendam seseorang hingga akhirnya mampu mengenakan ketenangan seperti sebuah topeng.***Makan malam malam itu berlangsung jauh lebih tenang dibanding biasanya. Meja makan yang panjang hanya ditempati oleh dua orang. Helena duduk di salah satu sisi, sementara Rion berada tidak jauh di hadapannya. Cahaya lilin memantulkan bayangan lembut di atas meja, menciptakan suasana yang cukup hangat meski percakapan di antara mereka tidak terlalu banyak.Helena sesekali mengangkat pandangann

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 53

    Helena terdiam, dan Dorote menghela napas pelan seolah sedang mengingat sesuatu yang sudah lama berlalu."Setelah Marchioness meninggal, tidak ada yang berani membicarakannya secara terbuka. Semua orang hanya mengatakan bahwa beliau terlalu menderita karena penyakitnya.""Tapi tidak ada yang benar-benar percaya?" Tanya Helena.Dorote ragu sejenak."Kami tidak tahu harus percaya apa."Jawaban itu justru membuat Helena semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan. Jika semua orang benar-benar percaya bahwa kematian itu disebabkan oleh penyakit dan keputusasaan, seharusnya tidak akan ada keraguan seperti ini bertahun-tahun kemudian."Apa Marquess tidak mengatakan apa pun?" tanya Helena.Dorote menggeleng."Beliau mengurusi pemakaman dan setelah itu tidak pernah membicarakan masalah tersebut lagi.""Dan Nyonya Eliza?"Dorote terlihat benar-benar berhati-hati."Nyonya Eliza tetap berada di kastel."Helena mengangkat alis."Tetap berada di kastel?""Ya." Dorote menundukkan pandangan. "Tidak

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 52

    Keheningan yang muncul setelahnya terasa lebih berat daripada teriakan Rose. Rion berhenti sejenak, tetapi tidak mengatakan apa pun. Ia hanya melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar kastel.Sementara itu, Rose tetap berdiri di tempat dengan dada yang naik turun karena emosi sebelum akhirnya berbalik dan berjalan cepat menuju Paviliun Timur.Tak seorang pun berani menatap atau menyapanya. Setelah keduanya menghilang dari pandangan, koridor kembali sunyi. Di lantai atas, Helena masih berdiri di tempatnya sambil menggenggam pagar tangga. Pikirannya terasa kacau, bukan karena pertengkaran yang baru saja terjadi, melainkan karena satu kenyataan yang baru saja ia dengar.Rion anak haram keluarga Laurent. Helena menatap kosong ke arah pintu yang tadi dilewati pria itu. Tiba-tiba banyak hal yang selama ini terasa aneh mulai menemukan jawabannya sendiri.Sikap beberapa bangsawan terhadap Rion. Cara pria itu selalu menjaga jarak. Dan mengapa, meskipun memegang begitu banyak kekuasaan, ia tida

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 23

    Helena mengerjap pelan. Untuk beberapa saat ia hanya menatap Rion, merasa seolah baru saja salah mendengar apa yang dikatakan pria itu."Aku sudah menikah."Sulit dipercaya.Sejak tiba di Kastel Laurent, ia belum pernah sekalipun mendengar keberadaan seorang istri Rion. Tidak ada potret seorang wan

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 18

    Helena menegang ketika mendnegar suara itu, suara Marquess yang pertama kali ia dengar.Sangat serak dan sangat rendah. Seperti suara seseorang yang sudah lama tidak bicara seseorang yang suaranya sudah berkarat karena keheningan.Tapi ada sesuatu di balik suara itu. Sesuatu yang bergetar di frekue

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 16

    Helena membeku dan entah mengapa, jawaban sederhana itu membuat kamar yang luas tersebut terasa jauh lebih sunyi.Kata-kata Dorote masih menggantung di udara ketika Helena menatap wanita itu dengan sedikit kebingungan."Tidak akan datang?" ulangnya pelan."Ya, Nyonya."Helena tidak langsung menjawa

  • Duke Laurent, Kau Kah Di Ranjangku?   Bab 15

    Dorote kembali terdiam dan keheningan itu menggantung di antara mereka hingga membuat dada Helena terasa sesak.Lalu perlahan, sangat perlahan, wanita itu menundukkan kepalanya."Saya rasa..." Dorote berhenti sejenak. "Hebih baik Nyonya melihatnya sendiri suatu hari nanti."Helena membeku, dia tida

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status