20 tahun aku hidup, baru kali ini aku bersentuhan begitu intim dengan seorang pria.Dan pria itu adalah waliku sendiri, Om Garry."Tiara, turun!" Suaranya bergetar, menahan rasa malu sekaligus dongkol.Aku menggigit bibir sambil menatapnya lesu, mataku seketika berkaca-kaca. "Aku ... kakiku lemas, nggak bisa turun ...."Kakiku memang benar-benar lemas.Sensasi asing yang begitu kuat itu membuat sepasang kakiku terasa seberat timbal dan sama sekali tidak bisa digerakkan.Melihatku yang tampak hampir menangis, amarah di mata Om Garry perlahan mereda, digantikan oleh emosi lain yang jauh lebih dalam dan rumit.Dia menarik napas panjang, seolah sedang memantapkan sebuah keputusan yang sulit.Pada akhirnya, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya mencengkeram bokongku, lalu dengan gerakan yang nyaris kasar, "menyentak" tubuhku menjauh dari badannya.Setelah itu, tanpa mengucap sepatah kata pun, dia berbalik dan bertumpu pada lengannya untuk melompat naik ke tepi kolam."Latihan hari ini cuk
Read more